Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi Bandara Berubah: Gen Z dan Milenial Jadi Konsumen Utama Duty Free

Kompas.com, 17 Februari 2026, 12:12 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Gulf News

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan komposisi demografi penumpang kini menggeser sumber utama pendapatan bandara di berbagai negara di dunia.

Jika sebelumnya generasi baby boomers mendominasi aktivitas konsumsi dan belanja di bandara, kini Gen Z dan milenial muncul sebagai pembelanja terbesar, dengan nilai belanja yang jauh melampaui generasi sebelumnya.

Dikutip dari Gulf News, Selasa (17/2/2026), temuan ini terungkap dalam studi terbaru Airports Council International (ACI) Asia-Pacific & Middle East yang menganalisis 36 bandara utama di 21 negara dan melibatkan survei terhadap 4.000 penumpang.

Baca juga: Pesawat Ditembak, 11 Bandara Perintis Papua Ditutup Sementara

Ilustrasi bandara, terminal bandara.PIXABAY Ilustrasi bandara, terminal bandara.

Studi tersebut menunjukkan, ketika dibandingkan dengan baby boomers, Gen Z dan milenial membelanjakan hingga 3,5 kali lebih banyak di bandara, menandai perubahan fundamental dalam ekonomi bandara global.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada perilaku konsumsi, tetapi juga memaksa operator bandara, pengelola duty-free, dan merek ritel global untuk menyesuaikan strategi mereka guna menarik generasi muda yang kini menjadi penggerak utama pendapatan non-penerbangan.

Generasi muda jadi pembelanja terbesar di bandara

Dalam laporan tersebut, milenial tercatat sebagai kelompok dengan pengeluaran tertinggi per penumpang, dengan indeks belanja sebesar 378.

Posisi ini diikuti oleh Gen Z dengan indeks 312, menempatkan kedua generasi ini sebagai kontributor utama pendapatan ritel bandara.

Baca juga: Reaktivasi Bandara Dumai, Sinyal Ekonomi Bergerak

Sebaliknya, generasi yang lebih tua, seperti Gen X dan baby boomers, menunjukkan tingkat pengeluaran yang relatif lebih rendah dan cenderung mempertahankan pola konsumsi tradisional.

Ilustrasi Bandara Incheon berencana menertibkan airport fashion para artis dan bintang K-Pop karena dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan.PEXELS/ Gustavo Fring Ilustrasi Bandara Incheon berencana menertibkan airport fashion para artis dan bintang K-Pop karena dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan.

Direktur Jenderal ACI Asia-Pacific & Middle East Stefano Baronci mengatakan, perubahan ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam cara generasi berbeda memandang bandara.

“Generasi muda jauh lebih peka terhadap nilai jual komersial bandara dibandingkan dengan para pelancong yang lebih tua,” kata Baronci.

Pernyataan ini menunjukkan generasi muda tidak lagi melihat bandara hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai bagian dari pengalaman konsumsi dan gaya hidup.

Baca juga: Bandara Pinang Kampai Aktif Lagi, Dumai Bidik Konektivitas

Barang mewah, kosmetik, dan elektronik jadi incaran utama

Preferensi konsumsi Gen Z dan milenial juga berbeda secara signifikan dibanding generasi sebelumnya. Kedua generasi ini lebih tertarik pada produk premium, termasuk barang mewah, parfum, kosmetik, dan elektronik.

Studi ACI menemukan, Gen Z empat kali lebih mungkin membeli elektronik dibanding baby boomers, serta 2,5 kali lebih mungkin membeli barang mewah.

Secara keseluruhan, kategori barang mewah serta parfum dan kosmetik menjadi dua kategori dengan penjualan tertinggi di bandara, sementara elektronik menempati posisi ketiga.

Ketiga kategori ini memberikan margin keuntungan tertinggi bagi operator bandara dan peritel.

Baca juga: Punya Pengendali Baru, Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) Bidik Proyek Bandara hingga Logistik Nasional

Peningkatan pembelian elektronik juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen modern.

Di kawasan Timur Tengah, misalnya, pengeluaran per penumpang untuk elektronik meningkat 14 persen dibandingkan periode sebelum pandemi, karena penumpang mencari produk eksklusif bandara dan harga yang lebih kompetitif dibanding pusat perbelanjaan di kota.

Perubahan ini menegaskan, bandara telah berkembang menjadi destinasi belanja yang kompetitif, bukan sekadar lokasi transit.

Generasi tua tetap dominan dalam kategori tradisional

Sementara generasi muda mendominasi kategori premium dan teknologi, baby boomers tetap menjadi pembeli utama dalam kategori tradisional seperti alkohol dan produk makanan ringan.

Ilustrasi Bandara Internasional Muan di Korea Selatan.Dok. Wikimedia Commons/Lerk Ilustrasi Bandara Internasional Muan di Korea Selatan.

Baca juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, InJourney Siapkan 37 Bandara

Studi ACI menunjukkan baby boomers 2,5 kali lebih mungkin membeli alkohol dibanding Gen Z, mencerminkan pola konsumsi yang lebih konservatif dan berbasis kebiasaan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau