Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serangan AS dan Israel ke Iran Picu Pembatalan 1.800 Penerbangan

Kompas.com, 2 Maret 2026, 09:51 WIB
Kiki Safitri,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Maskapai penerbangan membatalkan ratusan penerbangan ke dan dari Timur Tengah. Puluhan penerbangan lain terpaksa berbalik arah atau dialihkan di tengah perjalanan.

Langkah itu diambil setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran. Penutupan wilayah udara terjadi di sebagian besar kawasan.

CNBC melaporkan sejumlah layanan dihentikan setidaknya hingga akhir pekan depan. Gangguan perjalanan meluas hingga Brasil dan Australia. Maskapai juga membatalkan penerbangan yang biasanya melintasi kawasan tersebut sebagai rute transit.

Data perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat lebih dari 1.800 penerbangan ke dan dari negara Timur Tengah dibatalkan pada Sabtu (30/2/2026) waktu setempat. Sekitar 1.400 penerbangan tambahan dibatalkan untuk jadwal Minggu.

Baca juga: IHSG Dibuka Anjlok ke 8.116, Tertekan Sentimen Geopolitik

Qatar Airways menghentikan sementara seluruh penerbangan. Emirates yang berbasis di Dubai mengumumkan penghentian layanan di Dubai International Airport, salah satu bandara tersibuk di dunia.

“Kami meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan ini dan membantu mereka dengan penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif,” kata Emirates dalam pernyataannya.

“Keselamatan dan keamanan penumpang serta kru tetap menjadi prioritas utama kami,” lanjut pernyataan itu.

Flightradar24 melaporkan wilayah udara ditutup di atas Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Air India menghentikan seluruh penerbangan ke Timur Tengah pada Sabtu.

Maskapai tersebut juga membatalkan penerbangan antara India dan Eropa serta Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Minggu. Dampak penutupan wilayah udara menjalar ke rute transit internasional.

Etihad Airways yang berbasis di Abu Dhabi membatalkan seluruh keberangkatan dari dan menuju bandara tersebut hingga Minggu sore. Grup Lufthansa menghentikan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret. Sejumlah rute dialihkan untuk menghindari wilayah udara terdampak.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan ANTM, IHSG Melemah

Penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Doha berbalik arah di dekat wilayah Spanyol dan kembali ke Philadelphia. Sejumlah penerbangan Emirates dari Amerika Serikat tujuan Dubai dialihkan ke berbagai bandara di Eropa.

Maskapai juga meminta awak kabin yang berada di Doha tetap berada di hotel demi alasan keamanan. United Airlines membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 6 Maret dan ke Dubai hingga 4 Maret.

Delta Air Lines membatalkan layanan ke Tel Aviv setidaknya hingga Minggu. Maskapai penerbangan kerap menyesuaikan atau membatalkan penerbangan yang melintasi Timur Tengah karena pertimbangan keamanan.

Penutupan wilayah udara memaksa maskapai menempuh rute lebih panjang ke sejumlah destinasi. Konsumsi bahan bakar meningkat. Biaya operasional ikut terdorong naik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau