Editor
NEW YORK, KOMPAS.com – Serangan drone yang menghantam pusat data Amazon Web Services (AWS) di Uni Emirat Arab (UEA) memicu gangguan luas pada berbagai aplikasi dan layanan digital di kawasan tersebut.
AWS mengonfirmasi dua pusat datanya di UEA serta satu fasilitas di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan yang terjadi pada Minggu. Insiden itu membuat fasilitas tersebut tidak dapat beroperasi.
“Di UEA, dua fasilitas kami terkena serangan langsung, sementara di Bahrain, serangan drone di dekat salah satu fasilitas kami menyebabkan dampak fisik pada infrastruktur kami,” kata AWS pada Senin (2/3/2026) malam waktu setempat seperti dikutip dari CNBC, Rabu (4/3/2026).
Perusahaan menambahkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan struktural serta gangguan pasokan listrik.
“Serangan-serangan ini menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan listrik ke infrastruktur kami, dan dalam beberapa kasus memerlukan upaya pemadaman kebakaran yang kemudian mengakibatkan kerusakan tambahan akibat air,” tulis AWS.
Gangguan infrastruktur AWS berdampak langsung pada berbagai layanan konsumen dan keuangan di UEA. Platform transportasi dan pengantaran Careem, perusahaan pembayaran Alaan dan Hubpay, hingga aplikasi investasi Sarwa melaporkan gangguan layanan.
Bank besar seperti ADCB dan Emirates NBD juga terdampak.
“Akibat gangguan TI skala regional baru-baru ini, Aplikasi Mobile Banking ADCB dan layanan Contact Centre untuk sementara tidak tersedia,” tulis ADCB di media sosial pada Senin.
Snowflake turut melaporkan gangguan sistem. “Masalah konektivitas yang meningkat dan tingginya tingkat error di wilayah ini akan terus berlanjut hingga gangguan pasokan listrik terselesaikan,” tulis perusahaan itu dalam laporan insiden terbarunya.
AWS melalui dashboard kesehatannya menyatakan gangguan masih berlangsung.
“Kami terus membuat kemajuan dalam upaya pemulihan di berbagai lini kerja,” tulis AWS pada Selasa pagi waktu setempat. “Kami sangat merekomendasikan pelanggan dengan beban kerja yang berjalan di Timur Tengah untuk segera memindahkan beban kerja tersebut ke Wilayah AWS alternatif,” sebutnya.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, setelah AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada akhir pekan.
Selain pangkalan militer, sejumlah infrastruktur penting seperti pusat data serta fasilitas produksi minyak dan gas dilaporkan menjadi target.
Di saat yang sama, ketegangan di kawasan turut mengguncang pasar global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu gejolak pasar energi. Saham AS dibuka melemah tajam pada Selasa pagi, sementara bursa Eropa dan Asia ikut terkoreksi.
Harga minyak pun terus naik seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global.
Baca juga: QatarEnergy Hentikan Produksi LNG Usai Diserang Iran, Pasokan Global Terancam
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang