Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bitcoin Melonjak Hampir 7 Persen, Harga Bertahan di Atas 72.000 Dollar AS

Kompas.com, 5 Maret 2026, 11:29 WIB
Suparjo Ramalan ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga Bitcoin (BTC) melonjak dan bertahan di atas level 72.000 dollar AS dalam 24 jam terakhir.

Mengutip CoinMarketCap, Kamis (5/3/2026) pukul 11.03 WIB, harga aset kripto terbesar di dunia itu menguat 6,96 persen ke level 72.495,75 dollar AS, setelah sebelumnya sempat bergerak di kisaran 67.800 dollar AS.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan bahwa investor telah mengalirkan hampir 700 juta dollar AS ke dalam exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat sepanjang Maret ini.

Baca juga: Harga Bitcoin Bangkit ke 73.000 Dollar AS di Tengah Gejolak Timur Tengah

Ilustrasi bitcoin. WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO Ilustrasi bitcoin.

Stabilisasi harga Bitcoin terjadi ketika pasar global mulai pulih, setelah sempat dilanda kekhawatiran akibat konflik antara Iran, Israel dan AS, di mana konflik ini berpotensi mengganggu perdagangan global dan meningkatkan tekanan inflasi.

Pada awal pekan ini, Bitcoin terlihat relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah aset lain yang mengalami aksi jual besar-besaran ketika pasar kembali dibuka sesudah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Namun pada Kamis, pasar saham mulai menunjukkan pemulihan.

Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 11 persen, sementara indeks Nikkei 225 Jepang menguat 4,2 persen.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Picu Volatilitas Bitcoin, Investor Perlu Kelola Risiko

CEO bursa kripto OKX SG, Gracie Lin, mengatakan ketidakpastian makroekonomi dan meningkatnya konflik di Timur Tengah membuat pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kondisi keuangan yang lebih longgar.

“Ketika ekspektasi likuiditas berubah, Bitcoin biasanya merespons secara lebih kuat. Itu menjelaskan mengapa kita melihat penguatan harga pada level ini,” ujar Lin.

Ilustrasi kripto. UNSPLASH/TRAXER Ilustrasi kripto.

Sementara itu, salah satu pendiri hedge fund DACM, Richard Galvin, menilai premium harga Bitcoin di platform Coinbase, yang sebelumnya berada pada posisi diskon pada Minggu, menjadi sinyal bahwa sentimen bullish mulai kembali muncul di pasar Amerika Serikat.

Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin bahkan mampu mengungguli kinerja emas yang sering dibandingkan dengan aset kripto tersebut.

Baca juga: Bitcoin Tembus Rp 1,14 Miliar, Reli di Tengah Bayang Perang Timur Tengah

Sejak Jumat, sehari sebelum serangan terjadi, harga emas tercatat turun hampir 2 persen, sementara Bitcoin justru naik hampir 12 persen dalam periode yang sama.

Padahal dalam beberapa bulan terakhir tren yang terjadi justru sebaliknya, di mana harga emas berulang kali mencetak rekor tertinggi, sementara Bitcoin mengalami penurunan.

Reli kripto sendiri sempat terhenti setelah aksi jual besar pada Oktober lalu, tidak lama setelah Bitcoin mencapai rekor harga di atas 126.000 dollar AS.

Sejak saat itu, nilai Bitcoin telah turun lebih dari 40 persen.

Baca juga: Harga Minyak Naik Imbas Perang Iran-Israel, Bitcoin Terseret atau Jadi Pelarian Baru Investor?

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau