Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pedagang Keluhkan Ekspansi Ritel Modern, Mendag: Enggak Ada Masalah

Kompas.com, 5 Maret 2026, 15:20 WIB
Syakirun Ni'am,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai ekspansi toko ritel modern atau minimarket tidak menjadi persoalan.

Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi keluhan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia terkait banyaknya warung kelontong yang tutup akibat ekspansi ritel.

“Saya pikir ini ya, karena selama ini sebenarnya enggak ada masalah, berjalan aja dengan baik. Program pola kemitraan itu,” kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/5/2026).

Baca juga: Jutaan Warung Kelontong dan Ribuan Pasar Tradisional Berguguran Sejak 2007, Asosiasi Ungkap Sebabnya

Pemerintah telah menerbitkan aturan mengenai kemitraan antara toko ritel modern dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan.

“Pola kemitraan itu nanti kerja sama antara distributornya Alfamart Indomaret itu memasok toko kelontong. Kan udah jalan dari tahun 2015. Nah itu pembinaan terus dilakukan,” ujar Budi.

Ia menyebut kerja sama tersebut tidak hanya membuka akses pasokan bagi warung. Perusahaan ritel juga membantu pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

“Jadi sebenarnya pola kerja sama dengan UMKM itu berjalan terus,” ujar Budi.

Baca juga: Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Mitra Distribusi, Berperan Jadi Minimarket hingga Apotik

Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia mengadu kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Organisasi itu menilai ekspansi ritel modern berdampak pada penurunan jumlah warung.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Ali Mahsun menyebut sekitar 2 juta warung tutup sejak pemerintah menerapkan Paket Kebijakan Ekonomi 2015.

"Kita tidak bermusuhan dengan ritel modern, tapi kita ingin ekonomi rakyat berputar, kedaulatan ekonomi rakyat kembali kita rengkuh. Ekonomi desa berputar untuk desa, ekonomi kecamatan untuk kecamatan," kata Ali.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau