Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gen Z Segmen Potensial, Prudential Syariah Perluas Edukasi Keuangan

Kompas.com, 7 Maret 2026, 13:16 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Potensi Generasi Z atau Gen Z di Indonesia dinilai semakin besar, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor keuangan, termasuk keuangan syariah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah Generasi Z di Indonesia mencapai sekitar 74,9 juta jiwa atau setara 27,9 persen dari total populasi pada 2025. Sementara itu, generasi milenial tercatat sekitar 95 juta jiwa atau sekitar 33,4 persen dari populasi.

Dengan demikian, lebih dari 60 persen penduduk Indonesia berasal dari dua kelompok generasi tersebut.

Baca juga: Dorong Pengembangan SDM, Prudential Indonesia Beri Akses Belajar di Singapura

Ilustrasi asuransi kesehatan. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi asuransi kesehatan.

Komposisi demografi ini dinilai akan berperan besar dalam membentuk arah perekonomian nasional, sekaligus memengaruhi perkembangan industri keuangan syariah di masa mendatang.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, generasi muda menjadi segmen yang memiliki potensi besar bagi pengembangan literasi dan layanan keuangan syariah.

“Generasi Z merupakan segmen yang potensial di masa depan sehingga kami memperkuat pendekatan melalui literasi di media sosial dengan konten yang lebih menarik, serta memperluas program awareness melalui kolaborasi dengan beragam universitas dan komunitas yang memberikan dampak pada ribuan generasi muda,” ujar Vivin dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).

Menurut dia, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong literasi keuangan syariah sekaligus meningkatkan kesadaran finansial di kalangan generasi muda.

Baca juga: Penetrasi Asuransi Syariah Belum 1 Persen, Prudential Syariah Perluas Jangkauan

“Upaya ini sejalan dengan komitmen jangka panjang kami untuk mendorong literasi keuangan syariah sekaligus meningkatkan kesadaran finansial dan pentingnya proteksi diri sejak dini di kalangan anak muda,” kata Vivin.

Ilustrasi asuransi.SHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.

Strategi mendekatkan layanan kepada generasi muda

Sejalan dengan potensi pasar generasi muda, perusahaan asuransi syariah tersebut juga mengembangkan sejumlah strategi yang dinilai lebih dekat dengan gaya hidup Gen Z.

Strategi tersebut meliputi penguatan literasi keuangan, pemanfaatan kanal digital, serta pengembangan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah PRUSehat Syariah, yaitu proteksi kesehatan dengan kontribusi mulai Rp 230.000 per bulan untuk kondisi tertentu.

Baca juga: Prudential Luncurkan PRUMapan: Dana Mapan untuk Generasi Muda

Produk tersebut memberikan perlindungan rawat inap, rawat jalan untuk penyakit tertentu seperti tifus dan demam berdarah, serta perlindungan terhadap penyakit serius seperti kanker.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan platform layanan digital PRUServices. Layanan ini dirancang untuk memberikan pengalaman asuransi yang lebih cepat, sederhana, dan praktis sehingga memudahkan nasabah, termasuk generasi muda, dalam mengakses layanan serta informasi terkait perlindungan keuangan.

Program komunitas dan kewirausahaan

Selain penguatan layanan, pendekatan kepada generasi muda juga dilakukan melalui pengembangan ekosistem komunitas.

Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah NextGen Fest, sebuah program yang bertujuan mendorong semangat kewirausahaan dan pengembangan diri bagi anak muda.

Baca juga: Literasi Keuangan Syariah dan UMKM Jadi Fokus Prudential Syariah Saat Ramadan

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau