JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjalin kerja sama Commercial Line Facility Kontra Bank Garansi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN).
Penandatanganan perjanjian ini menjadi langkah penting untuk memperkuat dukungan pembiayaan dan penjaminan bagi pelaku usaha nasional.
Kerja sama ini membuka peluang ekspansi bisnis commercial line Askrindo dengan nilai fasilitas hingga Rp 1,5 triliun.
Skema Kontra Bank Garansi dirancang untuk memberikan kepastian dan mitigasi risiko dalam penerbitan bank garansi, khususnya bagi sektor konstruksi maupun non-konstruksi yang membutuhkan dukungan penjaminan dalam proses tender dan pelaksanaan proyek.
Baca juga: BTN (BBTN) Bidik 35.000 Nasabah Wealth Management, Tumbuh 15 Persen
Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto mengatakan, kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar suretyship sekaligus memperdalam sinergi dengan perbankan nasional.
“Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Askrindo untuk memperkuat peran sebagai mitra strategis perbankan dalam menyediakan solusi penjaminan yang kredibel dan berdaya saing. Dengan kapasitas fasilitas hingga Rp 1,5 triliun, kami optimistis dapat mendorong akselerasi proyek-proyek produktif dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” ujar Budhi dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, penguatan lini bisnis commercial line sejalan dengan transformasi bisnis Askrindo dalam memperbesar porsi portofolio non-program sekaligus meningkatkan kualitas aset dan manajemen risiko.
Budhi mengungkapkan, kolaborasi dengan Bank BTN juga mempertegas posisi Askrindo sebagai salah satu pemain utama di industri penjaminan dan asuransi kredit nasional.
Lebih lanjut, Budhi menjelaskan kerja sama ini tidak hanya berhenti pada skema kontra bank garansi.
Ke depan, kedua institusi membuka ruang pengembangan produk yang lebih luas, mulai dari asuransi kredit, asuransi kebakaran, hingga berbagai solusi proteksi lainnya yang terintegrasi guna menjawab kebutuhan pembiayaan dan pengelolaan risiko yang semakin kompleks.
Di tengah dinamika industri jasa keuangan, Askrindo memastikan bahwa seluruh langkah perbaikan dan penguatan bisnis dilakukan dalam koordinasi aktif bersama regulator dan para pemangku kepentingan terkait.
Hal ini guna menjaga stabilitas operasional, keberlanjutan usaha, serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.
Selain itu, Askrindo berkomitmen untuk terus menjalankan transformasi bisnis yang berlandaskan tata kelola perusahaan yang kuat, prinsip kehati-hatian (prudential), serta fokus pada perlindungan kepentingan nasabah.
Menurut dia, komitmen ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam memperkuat sistem keuangan nasional dan ekosistem pelindungan risiko yang sehat dan berkelanjutan.
“Bagi Askrindo, ekspansi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Kami memastikan setiap langkah transformasi dilakukan secara terukur, transparan, dan dalam koordinasi aktif dengan regulator serta pemangku kepentingan. Kepercayaan publik adalah fondasi utama, dan perlindungan kepentingan nasabah akan selalu menjadi prioritas kami dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional,” tutup Budhi.
Baca juga: Mengawali Tahun 2026, BTN Cetak Kenaikan Laba Bersih 578 Persen
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang