Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang periode puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada pekan ketiga Ramadan, tren pengiriman sepeda motor melalui layanan KAI Logistik menunjukkan peningkatan.
Perseroan pun mengimbau masyarakat untuk memperhatikan sejumlah prosedur, khususnya terkait aspek keamanan, guna memastikan kendaraan yang dikirim tetap dalam kondisi aman sekaligus mendukung kelancaran mobilitas saat tiba di kampung halaman atau kota tujuan.
VP of Corporate Secretary KAI Logistik Dwi Wulandari mengatakan, pengiriman sepeda motor kini menjadi salah satu solusi yang semakin diminati masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan mudik.
Baca juga: KAI Logistik Perkuat Distribusi FMCG, Kapasitas Angkut Kontainer Naik Jadi 3.000 TEUs
KAI Logistik melayani pengiriman sepeda motor lengkap dengan perlindungan asuransi.“Pengiriman sepeda motor kini menjadi salah satu solusi yang semakin diminati masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan mudik," jelas Dwi dalam siaran pers, Kamis (12/3/2026).
Dwi mengungkapkan, dengan mengirimkan kendaraan terlebih dahulu, pemudik dapat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi yang lebih aman dan nyaman seperti kereta api, tanpa harus menempuh perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor yang berisiko menimbulkan kelelahan.
"Selain itu, keberadaan sepeda motor di kota tujuan juga tetap mendukung mobilitas masyarakat selama berada di kampung halaman,” ujar Dwi.
Memasuki pekan kedua Ramadan, KAI Logistik mencatat peningkatan volume pengiriman sepeda motor. Sebanyak 2.300 unit sepeda motor telah didistribusikan, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan pekan pertama Ramadan yang mencapai 2.217 unit.
Baca juga: KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun di 2026, Naik 119 Persen
Perseroan memprediksi jumlah tersebut masih akan terus meningkat seiring mendekatnya masa puncak arus mudik pada pekan ketiga Ramadan.
Tingginya minat masyarakat terhadap layanan pengiriman sepeda motor juga tercermin pada periode mudik tahun lalu. Saat itu, lebih dari 6.600 unit sepeda motor berhasil didistribusikan KAI Logistik baik pada masa arus mudik maupun arus balik.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari-November 2025. Total barang energi dan logistik yang diangkut mencapai 63,6 juta ton.Tujuan favorit pengiriman didominasi kota-kota besar di Jawa Tengah seperti Yogyakarta dan Solo, disusul kota lainnya seperti Surabaya, Jakarta, dan Bandung.
Seiring meningkatnya permintaan, KAI Logistik mengingatkan pelanggan untuk memastikan kendaraan yang akan dikirim telah dipersiapkan dengan baik.
Baca juga: Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Logistik Kirim 12 Lokomotif ke Pulau Jawa
Dwi menuturkan, salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah mengosongkan tangki bahan bakar guna meminimalkan potensi risiko selama proses pengiriman.
”Seiring meningkatnya pengiriman sepeda motor, KAI Logistik juga mengingatkan pelanggan untuk memastikan kendaraan yang akan dikirim telah dipersiapkan dengan baik. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah mengosongkan tangki bahan bakar untuk meminimalkan potensi risiko selama proses pengiriman," ungkap Dwi.
Selain itu, imbuhnya, pelanggan juga disarankan untuk melepas berbagai aksesori tambahan pada sepeda motor yang berpotensi rusak selama proses distribusi serta melakukan packing tambahan.
Tidak hanya itu, pelanggan diimbau melakukan pengecekan kondisi sepeda motor sebelum proses pengiriman dan mencatat kondisi kendaraan sebagai bagian dari prosedur serah terima.
Baca juga: Libur Imlek 2026, KAI Logistik Kirim 45.854 Barang Ritel