KOMPAS.com - Harga minyak turun pada awal pekan ini setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran telah melakukan pembicaraan produktif tentang mengakhiri perang.
Trump juga dikabarkan telah memerintahkan penghentian sementara serangan terhadap infrastruktur energi utama di negara tersebut selama lima hari.
Minyak mentah Brent turun lebih dari 11 persen menjadi 99,71 dollar AS per barrel setelah mencapai 112 dollar AS pada hari Jumat.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun lebih dari 10 persen menjadi 88,07 dollar AS per barrel.
"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan Negara Iran telah melakukan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total, atas permusuhan kita di Timur Tengah," tulis Trump dalam sebuah unggahan Truth Social, dikutip dari CNBC, Senin waktu setempat.
"Saya telah memerintahkan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari," imbuh tulisan tersebut.
Baca juga: Efek Ancaman Trump ke Iran: Bursa Dunia Anjlok, Harga Energi Melonjak
Unggahan tersebut muncul setelah Trump pada hari Sabtu mengatakan, Iran memiliki waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz atau AS akan menyerang pembangkit listrik Iran.
Masih belum jelas kapan jalur pelayaran utama tersebut akan dibuka kembali.
Goldman Sachs secara signifikan menaikkan perkiraan harga minyaknya pada hari Senin.
Bank tersebut memperkirakan Brent rata-rata mencapai 110 dollar AS pada bulan Maret dan April.
Proyeksi tersebut naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 98 dollar AS, atau melonjak 62 persen dari rata-rata tahunan 2025.
Goldman Sach juga meningkatkan perkiraan WTI menjadi 98 dollar AS pada bulan Maret dan 105 dollar AS pada April.
“Dengan asumsi bahwa aliran Hormuz tetap berada pada 5 persen (dari aliran normal) hingga 10 April, harga kemungkinan akan cenderung naik selama periode tersebut,” kata analis Goldman.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Jelang Tenggat Ultimatum Trump ke Iran
Dia menambahkan, pengakuan pemerintah terhadap risiko seputar pasokan yang terkonsentrasi dan kapasitas domestik cadangan yang terbatas dapat menyebabkan penimbunan yang lebih besar dan harga jangka panjang.
Ketika aliran Hormuz tetap di angka 5 persen selama 10 minggu, harga Brent harian kemungkinan akan melampaui rekor tertinggi 2008.