JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Kamis (26/3/2026), indeks turun 138,03 poin atau 1,89 persen ke level 7.164,09.
Pelemahan IHSG sejalan dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 20,71 triliun di seluruh pasar. Tekanan jual terbesar terjadi di pasar tunai dan negosiasi sebesar Rp 18,78 triliun, sementara di pasar reguler net sell sebesar Rp 1,93 triliun.
Saham-saham dengan net sell terbesar oleh investor asing antara lain, PT FAP Agri Tbk (FAPA) Rp 18,8 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 555,5 miliar, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 201,4 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan aksi beli bersih (net buy) asing, di antaranya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 171,9 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp 64,3 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 37,3 miliar.
Baca juga: Penyebab IHSG Anjlok Hari Ini: Geopolitik Timur Tengah dan Risiko Inflasi
Untuk diketahui, IHSG berada di zona merah pada perdagangan Kamis mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat di pasar.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam tren penurunan yang konsisten, setelah sempat dibuka di level 7.313,665 dan menyentuh posisi tertinggi di 7.323,702 pada awal sesi.
Namun, tekanan jual mulai mendominasi sejak pagi hingga siang hari, mendorong IHSG turun secara bertahap hingga menyentuh level terendah di 7.152,592.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 31,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 32,35 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 1,72 juta kali.
Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.904 per Dollar AS, IHSG Terkoreksi 1,89 Persen
Secara keseluruhan, breadth market menunjukkan kondisi negatif, di mana jumlah saham yang melemah mencapai 380 saham, lebih banyak dibandingkan saham yang menguat sebanyak 292 saham, sementara 148 saham stagnan.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya menyentuh Rp 12.620,998 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang