Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Klaim Iran Setujui Tuntutan AS, Singgung Rencana Ambil Minyak

Kompas.com, Diperbarui 30/03/2026, 11:38 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui sebagian besar tuntutan Washington untuk mengakhiri perang, meski belum jelas apakah kedua pihak benar-benar sedang bernegosiasi.

Trump menyebut, dari 15 poin tuntutan yang diajukan kepada Teheran, sebagian besar telah dipenuhi.

“Mereka memberikan sebagian besar poin kepada kami. Kenapa tidak?” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One, Minggu (30/3/2026) dikutip dari Bloomberg.

Ia menambahkan, AS masih akan mengajukan beberapa tuntutan tambahan, tetapi tidak merinci konsesi apa saja yang telah diberikan Iran.

Baca juga: Trump Buka Opsi Ambil Alih Minyak Iran, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Di sisi lain, Iran secara terbuka menolak daftar 15 syarat gencatan senjata yang disampaikan AS melalui perantara di Pakistan.

Teheran justru mengajukan lima syarat balasan, termasuk mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz.

Trump ingin kuasai minyak Iran

Dikutip dari Financial Times, Trump juga menyatakan keinginannya untuk menguasai sumber minyak Iran—langkah yang berpotensi memperburuk eskalasi konflik.

“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang di AS mempertanyakan itu,” ujar Trump.

Langkah tersebut dinilai berisiko tinggi karena akan membutuhkan operasi militer besar, termasuk invasi dan pendudukan pusat ekspor utama Iran di Pulau Kharg, yang juga menjadi lokasi pangkalan angkatan laut Iran.

Trump mengakui, jika AS mengambil alih Pulau Kharg, maka pasukan Amerika Serikat harus bertahan di wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.

Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran. WIKIMEDIA COMMONS Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Baca juga: Trump Sesumbar Bisa Rebut Pulau Kharg Iran dengan Sangat Mudah

Sinyal kebijakan AS saling bertentangan

Trump sebelumnya menyatakan perang akan segera berakhir. Namun, kondisi ekonomi yang memburuk akibat konflik berpotensi menjadi beban politik bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November.

Di sisi lain, kebijakan AS terlihat tidak konsisten. Pemerintah mendorong pembicaraan gencatan senjata, tetapi pada saat yang sama meningkatkan kehadiran militer di kawasan Timur Tengah.

“Kami sangat berhasil dalam negosiasi itu,” kata Trump.

“Tapi Anda tidak pernah tahu dengan Iran, karena kami bernegosiasi dengan mereka, dan kemudian kami selalu harus menyerang mereka,” lanjut dia. 

Baca juga: Di Balik Gerakan No Kings, Mengapa Protes 7 Juta Warga AS Jadi Ancaman Nyata bagi Trump?

Ribuan pasukan dikerahkan

Ribuan tentara AS dilaporkan telah dikerahkan ke Timur Tengah selama akhir pekan, termasuk tim serangan amfibi yang tiba pada Sabtu. Pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 juga sedang menuju kawasan tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau