Penulis
KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca sepanjang arus mudik Lebaran, yaitu 13 hingga 19 Maret 2026.
Diketahui, Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026). Sedangkan pemerintah masih menunggu Sidang Isbat untuk menetapkan kapan 1 Syawal 1447 H.
Sepekan ke depan diprediksi sebagai puncak arus mudik, dengan jutaan kendaraan pribadi akan memenuhi ruas tol.
BMKG sendiri sudah memberikan prakiraan cuacanya pada arus mudik Lebaran tahun ini.
Menurut BMKG, cuaca di sebagain wilayah Indonesia disebut kondusif, meski masih ada guyuran hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Selama periode 9–11 Maret 2026 sendiri, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.
Pada periode tersebut, curah hujan harian pada kategori ekstrem teramati di wilayah Sulawesi Utara (208.6 mm/hari), sedangkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tercatat di Jawa Timur (120.5 mm/hari), Jawa Barat (116.8 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (108.4 mm/hari), Papua Selatan (64.1 mm/hari), Sumatera Utara (59.3 mm/hari), Sulawesi Tengah (53.7 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (53.6 mm/hari), dan Kalimantan Utara (50.2 mm/hari).
Tingginya intensitas hujan selama periode tersebut masih dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial melintas di wilayah Indonesia bagian tengah, sehingga meningkatkan anomali angin baratan yang semakin mendukung pembentukan awan signifikan.
Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 95W yang berkembang menjadi Siklon Tropis Nuri, Bibit Siklon Tropis 96W di Samudra Pasifik utara Papua, serta sirkulasi siklonik lain di Samudra Hindia Barat Aceh, dan Barat Daya Lampung, turut memicu pembentukan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan daerah pertemuan angin (konfluensi) di sekitar wilayah Indonesia.
Pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi tersebut didukung dengan labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang signifikan, sehingga meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Baca juga: 9 Nomor Kontak Darurat yang Wajib Disimpan Saat Mudik
Dilansir dari laman resminya, BMKG mengungkap cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
Angin kencang: Bali, Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Baca juga: BMKG Beri Prediksi Cuaca Jelang Mudik Lebaran, Cek Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Pegunungan.
Angin kencang: Sulawesi Utara dan Maluku.
Potensi di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang