Editor
KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon akhirnya merespons polemik publik terkait rencana perubahan nama Stasiun Cirebon.
Sorotan tajam dari masyarakat dan para pegiat budaya membuat acara peresmian yang dijadwalkan pada 1 Oktober 2025 lalu batal digelar.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menjelaskan bahwa pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan berbagai pihak yang menyampaikan keberatan.
Baca juga: PT KAI Mendadak Batalkan Kerja Sama Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi pada H-2 Peresmian
Mereka terdiri dari pegiat budaya, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), dan sejumlah organisasi masyarakat.
Menurut Agus, inti dari keberatan masyarakat bukan pada kerja sama hak penamaan atau *naming rights*, melainkan soal hilangnya unsur nama “Kejaksan” dari stasiun tersebut.
“Tidak ada kemudian mereka berkeberatan kerja sama naming rights. Itu kita serahkan sepenuhnya kepada pemilik objek,” ujar Agus, Kamis (2/10/2025).
Ia menambahkan, Stasiun Cirebon telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 19 Tahun 2021 dan tercatat dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010.
“Di situ jelas penamaannya Stasiun Kereta Api Kejaksan Cirebon. Maka wajar jika ada yang mempertanyakan mengapa nama Kejaksan seolah hilang,” tuturnya.
Baca juga: Lowongan Kerja KAI Commuter 2025, Cek Posisi dan Jadwal Pendaftarannya
Dalam rapat koordinasi di Kantor Daop 3 Cirebon pada 30 September lalu, TACB menekankan pentingnya mengikuti prosedur sesuai aturan cagar budaya jika dilakukan pemanfaatan atau perubahan pada objek.
“Tim Ahli Cagar Budaya menyampaikan bahwa Undang-Undang Cagar Budaya mengisyaratkan ada tahapan ketika pengelola objek cagar budaya melakukan pemanfaatan. Itu supaya bangunan tidak salah perlakuan,” jelas Agus.
Di sisi lain, PT KAI memiliki pandangan berbeda. Berdasarkan catatan internal mereka, sejak awal berdiri hingga kini, stasiun tersebut dikenal dengan nama Stasiun Cirebon, tanpa embel-embel “Kejaksan”.
Baca juga: Lowongan Kerja KAI Properti Diperpanjang hingga 3 Oktober 2025, Cek Formasinya
“Pak Kadaop menjelaskan dari dokumen yang mereka miliki, sejak zaman Stasiun Cheribon SS, Tjirebon, sampai sekarang memang namanya Stasiun Cirebon,” ujar Agus mengutip hasil rapat.
Hingga kini, pihak PT KAI belum mengeluarkan respons resmi terkait polemik dan pembatalan peresmian tersebut.
BT Batik Trusmi. Berikut rekomendasi tempat beli batik di Cirebon
Sementara itu, Owner BT Batik Trusmi, Sally Giovanny, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan PT KAI yang secara mendadak membatalkan acara peresmian.