Penulis
KOMPAS.com - Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayu mengatakan, awal musim kemarau di Jawa Barat (Jabar) sudah dimulai pada Maret 2026.
Sebanyak tiga wilayah sudah mengalami musim kemarau mulai bulan ini, yakni Bekasi bagian utara, Kota Bekasi bagian utara, dan Karawang bagian barat laut.
"Awal musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Maret 2026 satu ZOM (2,4 persen)," ujar Ayu dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (10/3/2026).
Lalu, kapan puncak musim kemarau 2026 di Jabar?
Baca juga: Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sebagian Besar Jawa Barat Potensi Kering Panjang
Ayu menjelaskan, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih cepat dibandingkan pola normal.
Sebagian besar wilayah Jabar diprediksi mengalami sifat musim hujan di bawah normal.
Hal tersebut didasarkan pada analisis dinamika atmosfer dan pemodelan iklim menggunakan periode normal 1991–2020.
"Awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei 2026," jelas Ayu.
Baca juga: BMKG Prediksi Beberapa Wilayah Alami Awal Kemarau Lebih Cepat pada 2026, Berikut Daftarnya
Wilayah yang masuk musim kemarau pada April 2026 meliputi sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta bagian timur laut, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon.
Sementara itu, sebagian besar wilayah Jabar mulai masuk musim kemarau pada Mei 2026.
Wilayah tersebut meliputi sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar.
Musim kemarau diprediksi meluas ke sebagian besar wilayah Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian barat laut, Bandung Raya, Garut bagian tenggara, Tasikmalaya bagian selatan, dan Pangandaran bagian barat pada Juni 2026.
Setelah itu, wilayah Jabar akan masuk puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Durasi musim kemarau juga diperkirakan berkisar antara 13 hingga 15 dasarian atau cenderung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Baca juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal di Jawa Barat, Ini Daerah yang Pertama Mengalaminya
Menyikapi datangnya musim kemarau 2026, terdapat sejumlah potensi dampak yang perlu diwaspadai, di antaranya kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air bersih, gangguan pada sistem irigasi pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi dampak tersebut.
Upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui pengelolaan sumber daya air secara lebih optimal serta penyesuaian kalender tanam di sektor pertanian.
Informasi prakiraan musim kemarau 2026 diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan kegiatan pertanian, pengelolaan air, serta upaya mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat.
Baca juga: BMKG Prakirakan Kemarau 2026 Lebih Panjang, Ini Daerah yang Perlu Waspada
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang