Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Jalur Puncak, Polisi Arahkan Pemudik ke Jonggol dan Sukabumi di Arus Balik Lebaran 2026

Kompas.com, 27 Maret 2026, 07:55 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

KOMPAS.com - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memprediksi puncak arus balik libur Lebaran akan terjadi pada 27-28 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan, khususnya di jalur Puncak yang kerap menjadi titik rawan kemacetan.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi mengatakan bahwa puncak arus balik ini menjadi gelombang kedua setelah arus mudik dan arus balik utama.

Pada periode tersebut, kendaraan diperkirakan akan memadati jalur utama Cianjur, termasuk pemudik yang terlambat kembali ke kota perantauan.

"Kami persiapkan sejumlah skema guna memastikan saat puncak arus balik libur lebaran kedua pada Jumat-Sabtu, saat volume kendaraan meningkat tidak terjadi antrean panjang kendaraan di jalur utama Cianjur," katanya dikutip dari Antara.

Baca juga: Selama Masa Mudik dan Cuti Bersama Libur Lebaran 2026, Pergerakan Kendaraan di Jalur Puncak Bogor Capai 826.858 Unit

Apa saja rekayasa lalu lintas yang disiapkan?

Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, pihak kepolisian menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional.

Beberapa langkah yang disiapkan antara lain:

  • Penyekatan kendaraan di titik tertentu
  • Penerapan sistem satu arah (one way)
  • Penutupan jalur menuju kawasan Puncak

Rekayasa tersebut akan diberlakukan ketika antrean kendaraan mencapai lebih dari lima kilometer dan arus lalu lintas mulai terhenti.

Selain itu, petugas juga akan mengerahkan tim pengurai kemacetan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Baca juga: Arus Balik dan Libur Lebaran 2026, Ratusan Ribu Kendaraan Melintas di Jalur Puncak Bogor

Bagaimana pengalihan arus dilakukan?

Sejumlah kendaraan melintas di jalur mudik Cianjur, Jawa Barat.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah kendaraan melintas di jalur mudik Cianjur, Jawa Barat.

Ketika kepadatan meningkat, pengendara dengan tujuan Jabodetabek akan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif. Langkah ini diambil untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur Puncak.

"Petugas akan mengarahkan pengendara dengan tujuan Jabodetabek menghindari melintas di jalur Puncak, masuk ke jalur alternatif Jonggol dan Sukabumi guna menghindari macet total saat puncak arus balik libur lebaran," katanya.

Pengalihan arus ini diharapkan mampu mendistribusikan kendaraan secara merata dan mengurangi beban di jalur utama.

Penutupan jalur menuju kawasan Puncak akan dilakukan apabila antrean kendaraan terus memanjang dan berpotensi menyebabkan kemacetan total.

Baca juga: Puncak Arus Balik di Jalur Puncak Bogor, 41.800 Kendaraan Turun ke Jakarta

Penutupan direncanakan dilakukan dari arah Tugu Lampu Gentur menuju Puncak saat kondisi darurat terjadi.

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau