Editor
KOMPAS.com - Kota Surabaya, salah satu kota terbesar di Indonesia yang berada di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Tepatnya, kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.
Kota ini dikenal sebagai Kota Pahlawan karena memiliki sejarah panjang dan nilai heroisme yang tinggi.
Surabaya sendiri berdiri pada 31 Mei 1293, menjadikannya salah satu kota tertua di Indonesia.
Baca juga: Pertempuran Surabaya, Pertempuran Indonesia Pertama setelah Proklamasi
Mengutip dari laman resmi Pemerintah Kota Surabaya, sejarah Kota Surabaya erat kaitannya dengan kepahlawanan.
Nama Surabaya terdiri dari kata sura atau suro yang berarti berani, dan baya yang berarti bahaya.
Secara harfiah, Surabaya berarti berani menghadapi bahaya yang datang.
Peristiwa bersejarah yang membentuk kota ini adalah pertempuran antara Raden Wijaya dari Kerajaan Majapahit dengan pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan pada 1293.
Peristiwa ini kemudian dijadikan tanggal berdirinya Kota Surabaya, yakni 31 Mei. Raden Wijaya berhasil memukul mundur pasukan Mongol.
Baca juga: Cerita Asal-usul Nama Surabaya, Pertarungan Sura dan Baya
Peristiwa heroik lain yang menandai sejarah Surabaya adalah pertempuran 10 November 1945.
Arek-arek Suroboyo berani melawan pasukan Sekutu yang dilengkapi persenjataan canggih hanya dengan bambu runcing.
Puluhan ribu warga gugur membela tanah air, peristiwa yang kini diabadikan sebagai Hari Pahlawan. Oleh sebab itu, Surabaya dikenal dengan julukan Kota Pahlawan.
Sejak zaman Kerajaan Majapahit, Surabaya berkembang sebagai pelabuhan utama di pesisir utara Pulau Jawa.
Posisi strategis ini menjadikannya pusat perdagangan dan pelabuhan penting pada abad ke-14.
Pada masa kolonial Belanda, khususnya abad ke-19, Surabaya menjadi pelabuhan utama yang berperan sebagai collecting center, tempat pengumpulan hasil perkebunan dari pedalaman Jawa Timur sebelum diekspor ke Eropa.
Baca juga: Kenapa Surabaya Disebut Kota Pahlawan? Simak Alasannya
Nama Surabaya terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya), yang secara harfiah berarti berani menghadapi bahaya. Kota ini memiliki cerita rakyat terkenal tentang pertarungan antara ikan hiu (Sura) dan buaya (Baya).
Dalam Buku Sejarah Kota Surabaya (2018) karya Priyo Jatmiko, diceritakan bahwa Sura dan Baya sama-sama kuat, tangkas, dan cerdik.
Setelah berkali-kali bertarung tanpa pemenang, mereka sepakat membagi kekuasaan: Sura berkuasa di air, sedangkan Baya berkuasa di daratan. Batas keduanya adalah garis pasang surut air laut.
Cerita ini menjadi salah satu simbol asal-usul Surabaya dan filosofi keberanian warga kota menghadapi bahaya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Asal-usul Kota Surabaya, Ada Versi Cerita Pertarungan Sura dan Baya dan Sejarah Kota Surabaya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang