Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Prediksi Bali Masuk Musim Kemarau 2026 Mulai Maret, Wilayah Mana Saja?

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:50 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa Bali sudah mulai memasuki musim kemarau pada Maret 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Ar Roniri menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Bali diprediksi mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya.

Sebanyak 65 persen atau 13 Zona Musim (ZOM) diperkirakan memasuki kemarau lebih awal.

Sementara itu, tiga ZOM atau sekitar 15 persen diprediksi memiliki waktu musim kemarau yang sama seperti tahun sebelumnya, dan empat ZOM atau sekitar 20 persen diperkirakan mengalami kemarau lebih lambat.

“Prediksi sifat musim kemarau 2026 bersifat di bawah normal yaitu 90 persen. Sifat di bawah normal ini perlu disikapi baik, terutama daerah potensi kekeringan,” ucap Aminudin Ar Roniri Kamis (12/3/2026), dilansir dari Antara.

Baca juga: 3 Wilayah di Jawa Barat Sudah Masuk Musim Kemarau Mulai Maret 2026, Berikut Daftarnya

Musim Kemarau 2026 di Bali Diprediksi Mulai Maret

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa musim kemarau 2026 di Bali akan dimulai lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut daftar wilayahnya:

  • Dasarian I Maret (1-10 Maret): Pulau Nusa Penida
  • Dasarian II Maret (11-20 Maret): selatan Kabupaten Gianyar, selatan Kabupaten Klungkung, dan selatan Kabupaten Karangasem
  • Daerah paling akhir memasuki musim kemarau: Bali bagian tengah

Secara keseluruhan, seluruh wilayah Bali diprediksi sudah memasuki musim kemarau pada Agustus 2026.

Dengan demikian, total durasi musim kemarau di Bali diperkirakan mencapai sekitar enam bulan sejak Maret.

Baca juga: BMKG Sebut Kemarau di Kalteng Mulai Akhir Mei 2026, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Musim Kemarau 2026 di Bali Diprediksi Lebih Panjang dan Kering

Seiring dengan hal tersebut, BMKG mencatat bahwa musim kemarau 2026 di Bali diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun 2025.

Pada tahun lalu, musim kemarau di Bali berlangsung relatif lebih singkat, yakni mulai sekitar Juni hingga Juli dan berakhir pada Agustus hingga September dengan durasi sekitar empat bulan.

“Pada Juli hingga Oktober terjadi fenomena El Nino lemah, maka ini sangat berpotensi kekeringan panjang atau ekstrem,” kata Prakirawan Stasiun Klimatologi Bali Trayi Budi Samantu.

Baca juga: Pemerintah Diminta Mitigasi Potensi Kemarau Panjang pada 2026

Wilayah Bali yang Berpotensi Mengalami Kekeringan Ekstrem

BMKG memetakan beberapa wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem selama musim kemarau 2026.

Daerah yang diprediksi paling rentan kekeringan ekstrem meliputi:

  • Bali bagian utara, khususnya Kabupaten Buleleng dari wilayah barat hingga timur
  • Pulau Nusa Penida
  • Wilayah selatan Kabupaten Klungkung.

Suhu Saat Musim Kemarau Diperkirakan Tetap Normal

Meski musim kemarau diprediksi lebih panjang, BMKG memperkirakan suhu udara selama periode tersebut masih berada dalam kisaran normal.

Baca juga: Waspada, Ancaman Kebakaran Hutan di Indonesia Lebih Berat Saat Musim Kemarau 2026

Rata-rata suhu udara diperkirakan tetap berada di bawah 35 derajat Celsius. Kendati demikian, BMKG akan terus memantau perkembangan suhu secara berkala, baik dalam skala dasarian maupun bulanan.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah, sektor pertanian, dunia usaha, serta masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain pengelolaan sumber daya air secara lebih efektif, penghematan penggunaan air, pengaturan distribusi air untuk kebutuhan irigasi, serta peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau