Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Santri Meninggal di Kubu Raya: Disebut Alergi Parasetamol, tapi Otak Bengkak

Kompas.com, 15 Maret 2026, 06:28 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Penulis

KOMPAS.com - Seorang santri Pondok Pesantren Labbaik Indonesia (Putra) di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis. 

Korban bernama Irfan Zaki Azizi (16) meninggal pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.

Sebelum meninggal, Irfan sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Anton Soedjarwo Pontianak. 

Karena memerlukan pemeriksaan lanjutan, ia kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk menjalani pemeriksaan CT scan serta penanganan intensif oleh tim medis.

Hasil CT scan menunjukkan adanya pembengkakan pada bagian otak korban. Meski demikian, pemeriksaan tidak menemukan adanya retakan ataupun trauma pada tulang tengkorak.

Tim medis juga mencatat adanya pembengkakan pada bagian wajah korban, terutama di area dagu bawah, kedua mata, dan kening.

Baca juga: Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Santri di Kubu Raya, Dugaan Kekerasan Belum Dipastikan

Korban Disebut Alami Alergi Parasetamol

Sebelumnya, keluarga mendapat informasi dari pihak pesantren bahwa Irfan mengalami reaksi alergi terhadap obat parasetamol. 

Namun setelah melihat kondisi korban secara langsung di rumah sakit, pihak keluarga menilai terdapat perbedaan dengan penjelasan tersebut.

"Kami awalnya diberitahu anak kami alergi parasetamol. Tapi setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi," ujar ayah korban, Ahmad Edi Santoso, dikutip dari TribunPontianak, Jumat (13/3/2026).

Dari foto yang beredar, bagian mata korban tampak mengalami pembengkakan hingga hampir tertutup. Selain itu terlihat memar berwarna kehitaman di sekitar mata dan pipi, serta benjolan besar pada bagian kening.

Berdasarkan kondisi tersebut, keluarga menduga kematian Irfan berkaitan dengan kekerasan.

"Dokter mengatakan ada trauma di kepala," kata Ahmad.

Baca juga: Kejanggalan Kematian Santri di Kubu Raya, Disebut Alergi Paracetamol tapi Wajah Lebam

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Korban

Sementara itu, Polres Kubu Raya menyatakan proses penyelidikan terkait kematian santri tersebut masih terus berlangsung.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari lingkungan pesantren.

"Sampai saat ini Polres Kubu Raya masih melakukan pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi yang ada di lembaga pendidikan tersebut," ujar Ade saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Kisah Pilu NS, Santri di Sukabumi yang Takut Pulang ke Rumah Sebelum Meninggal Dunia

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau