Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Lengkap Mutilasi di Samarinda: Direncanakan Sejak Januari, Dieksekusi Jelang Idul Fitri

Kompas.com, 23 Maret 2026, 18:30 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang menggemparkan warga Kalimantan Timur. Peristiwa keji ini terjadi di kawasan Jalan Batung Klanduk, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.

Dua tersangka, yakni J alias W (35) yang merupakan suami siri korban, dan seorang wanita berinisial R (56), diringkus polisi kurang dari 12 jam setelah potongan tubuh korban ditemukan pada Sabtu (21/3/2026), tepat di hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah.

Korban diidentifikasi bernama Suimih binti Chamim (35), seorang ibu rumah tangga asal Pemalang, Jawa Tengah, yang berdomisili di Jalan Perjuangan, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Cucu Mpok Nori

Kronologi Penemuan Jasad

Kasus ini pertama kali terungkap sekitar pukul 13.30 WITA ketika dua anak-anak yang sedang bermain di semak belukar Jalan Gunung Pelanduk menemukan karung mencurigakan. Setelah diperiksa, karung tersebut berisi potongan tubuh manusia.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan bahwa tim Inafis menemukan total tujuh potongan tubuh yang tersebar di beberapa titik.

"Ditemukan potongan tubuh manusia dalam kondisi tidak lengkap. Kami menduga kuat ini adalah korban pembunuhan yang dimutilasi, dengan bagian tubuh dibuang di beberapa lokasi berbeda," ujar Hendri dalam konferensi pers di Aula Mako Polresta Samarinda, Minggu (22/3/2026).

Motif Sakit Hati dan Penguasaan Harta

Berdasarkan hasil penyidikan, aksi sadis ini dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati dan keinginan untuk menguasai harta benda milik korban. Kedua pelaku merasa terhina karena korban menuduh mereka memiliki hubungan terlarang.

"Ya karena kita difitnah-fitnah terus," ucap tersangka J dalam sebuah video pengakuan yang sempat viral di media sosial.

Selain sakit hati, pelaku juga berniat mengambil barang berharga milik korban berupa sepeda motor dan telepon genggam (handphone).

Baca juga: Pembunuhan Mutilasi di Samarinda Terungkap dalam 12 Jam, Dua Pelaku Ditangkap Saat Lebaran

Direncanakan Sejak Januari 2026

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pembunuhan ini bukan aksi spontan. Tersangka J dan R diketahui telah menyusun rencana sejak Januari 2026, termasuk melakukan survei lokasi pembuangan jasad.

Aksi eksekusi dilakukan pada Jumat (20/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA di kediaman tersangka R di Jalan Anggur. Saat korban tengah tertidur pulas, tersangka J memukul kepala korban menggunakan balok kayu ulin.

"Korban sempat berusaha melarikan diri, namun kembali dianiaya oleh kedua pelaku hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WITA," ungkap Hendri.

Mutilasi dan Pembuangan Jasad di Malam Takbiran

Untuk menghilangkan jejak, para pelaku memutilasi tubuh korban menjadi tujuh bagian yakni meliputi kepala, badan, dua tangan, dan kaki, menggunakan parang, mandau, serta palu.

Potongan tubuh tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tiga karung. Pembuangan jasad dilakukan dalam dua tahap menggunakan sepeda motor korban. Tahap pertama dilakukan pada Jumat malam pukul 19.00 WITA, dan sisanya dibuang pada Sabtu (21/3/2026) dini hari pukul 01.00 WITA, bertepatan dengan suasana malam takbiran.

"Mereka sengaja menggunakan rute berbeda untuk menghindari pemantauan," tambah Hendri.

Baca juga: Kronologi Penemuan 7 Potongan Tubuh Manusia di Jalan Gunung Pelandu Samarinda

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau