Penulis
KOMPAS.com - Pemudik memadati jalur menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada arus mudik Lebaran 2026.
Di tengah peningkatan volume kendaraan, sejumlah pemudik mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di jalur tersebut.
Kondisi jalan yang gelap dinilai membahayakan, terutama bagi pemudik motor yang melintas pada malam hari.
Situasi ini muncul saat pergerakan penumpang dan kendaraan terus meningkat menjelang puncak arus mudik.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG: Ini Wilayah Lampung yang Berpotensi Hujan Hari Ini
Ahmad, pemudik motor asal Bandar Lampung yang hendak menuju Cirebon, mengaku khawatir saat melintasi jalur menuju pelabuhan.
"Penerangan jalan di Lampung Selatan arah ke Bakauheni kurang sekali. Gelap banget," kata Ahmad saat ditemui di area pelabuhan, dikutip dari Tribun Lampung, Kamis (19/3/2026).
Ia menyebut kondisi jalan sebenarnya sudah cukup baik dari sisi kualitas aspal. Namun, minimnya pencahayaan justru menjadi persoalan utama bagi pemudik.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung Hari Ini 10 Maret 2026, Cek Jam Maghrib
Menurut Ahmad, banyak pemudik motor memilih berangkat pada malam hari untuk menghindari panas. Namun, kondisi jalan yang gelap membuat jarak pandang terbatas.
Situasi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta kerawanan di jalan.
Sebagai pemudik yang rutin melintasi jalur tersebut sejak 2020, ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum puncak arus mudik.
"Harapannya pemerintah bisa kasih lampu jalan di titik-titik yang gelap itu. Ini penting, biar pemudik lebih merasa aman dan nyaman di perjalanan," jelasnya.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung Hari Ini 8 Maret 2026, Cek Jam Maghrib
Di sisi lain, arus mudik di Pelabuhan Bakauheni mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak H-4 Lebaran.
Dilansir dari Tribun Lampung Rabu (18/3/2026), data Posko Merak mencatat sebanyak 104.321 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera.
Ratusan ribu penumpang itu terdiri dari mereka yang menggunakan 9.816 kendaraan roda dua dan 13.385 kendaraan roda empat.
Sementara itu, dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni tercatat 52.707 penumpang, dengan 754 kendaraan roda dua dan 6.197 kendaraan roda empat.
Di area pelabuhan, antrean kendaraan roda empat tampak mendominasi dan memenuhi kantong parkir, menandakan peningkatan volume pemudik menjelang puncak arus mudik.
Kondisi ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul 'Gelap Banget' Penerangan Jalan Arah Bakauheni Lamsel Dikeluhkan Pemudik.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni, Pemudik Roda Empat Melonjak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang