Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG Catat 251 Titik Panas di Riau, Karhutla Meluas ke 10 Kabupaten/Kota

Kompas.com, 11 Februari 2026, 12:00 WIB
Wahyu Wachid Anshory

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi peningkatan signifikan titik panas di Provinsi Riau pada awal tahun 2026.

Berdasarkan pemantauan terbaru, sebanyak 251 titik panas terpantau di wilayah Riau, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Bengkalis.

Temuan ini menjadi sinyal peringatan dini meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring kondisi cuaca kering dan aktivitas manusia di sejumlah wilayah rawan.

Baca juga: Petugas Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Riau

Mengapa Kabupaten Bengkalis Menjadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak?

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S, menyampaikan bahwa dari total 251 titik panas di Riau, Kabupaten Bengkalis mendominasi dengan 139 titik.

Selain Bengkalis, sebaran titik panas juga terpantau di Indragiri Hilir sebanyak 18 titik, Siak 6 titik, Kepulauan Meranti 2 titik, serta Rokan Hilir dan Kota Dumai masing-masing satu titik.

"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Rabu pukul 07.00 WIB," kata Gita di Pekanbaru, Rabu (11/2/2026) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, titik panas merupakan indikator awal potensi kebakaran yang perlu diwaspadai, meskipun tidak seluruhnya langsung berkembang menjadi titik api.

Baca juga: Karhutla Mulai Muncul di Banjar, 15 Hektar Tahura Sultan Adam Terbakar

Bagaimana Kondisi Titik Panas di Pulau Sumatera?

Tidak hanya di Riau, BMKG juga mencatat sebaran titik panas di sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera. Total terdapat 336 titik panas terpantau di wilayah Sumatera, dengan Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak.

Provinsi lain yang juga terdeteksi titik panas antara lain Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 25 titik, Aceh 20 titik, Sumatera Utara 16 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Barat 5 titik, dan Jambi 3 titik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tidak hanya terpusat di satu daerah, melainkan menjadi ancaman regional yang memerlukan kewaspadaan bersama.

Baca juga: Anggaran Rp 100 Miliar untuk Penanganan Karhutla 2026 di Kalteng

Seberapa Luas Karhutla yang Sudah Terjadi di Riau?

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di 10 kabupaten dan kota di Riau dengan total luasan mencapai 182,76 hektare pada awal 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengatakan daerah yang terdampak karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Rincian luasan karhutla antara lain Bengkalis seluas 65,51 hektare, Indragiri Hilir 36,50 hektare, Pelalawan 21 hektare, Kota Dumai 19,52 hektare, Pekanbaru 11,58 hektare, Siak 9,55 hektare, Kampar 8,50 hektare, Kepulauan Meranti 7,90 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, dan Indragiri Hulu 1,20 hektare.

Baca juga: Karhutla di Aceh Barat Mulai Mengancam Kesehatan Warga

Bagaimana Upaya Pemadaman Dilakukan di Lapangan?

Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera terus melakukan upaya pemadaman secara intensif.

Tim Manggala Agni dari empat Daerah Operasi telah dikerahkan untuk menangani karhutla di Riau dan Kepulauan Riau.

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau