Editor
KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi peningkatan signifikan titik panas di Provinsi Riau pada awal tahun 2026.
Berdasarkan pemantauan terbaru, sebanyak 251 titik panas terpantau di wilayah Riau, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Bengkalis.
Temuan ini menjadi sinyal peringatan dini meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring kondisi cuaca kering dan aktivitas manusia di sejumlah wilayah rawan.
Baca juga: Petugas Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Riau
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S, menyampaikan bahwa dari total 251 titik panas di Riau, Kabupaten Bengkalis mendominasi dengan 139 titik.
Selain Bengkalis, sebaran titik panas juga terpantau di Indragiri Hilir sebanyak 18 titik, Siak 6 titik, Kepulauan Meranti 2 titik, serta Rokan Hilir dan Kota Dumai masing-masing satu titik.
"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Rabu pukul 07.00 WIB," kata Gita di Pekanbaru, Rabu (11/2/2026) dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, titik panas merupakan indikator awal potensi kebakaran yang perlu diwaspadai, meskipun tidak seluruhnya langsung berkembang menjadi titik api.
Baca juga: Karhutla Mulai Muncul di Banjar, 15 Hektar Tahura Sultan Adam Terbakar
Tidak hanya di Riau, BMKG juga mencatat sebaran titik panas di sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera. Total terdapat 336 titik panas terpantau di wilayah Sumatera, dengan Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak.
Provinsi lain yang juga terdeteksi titik panas antara lain Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 25 titik, Aceh 20 titik, Sumatera Utara 16 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Barat 5 titik, dan Jambi 3 titik.
Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tidak hanya terpusat di satu daerah, melainkan menjadi ancaman regional yang memerlukan kewaspadaan bersama.
Baca juga: Anggaran Rp 100 Miliar untuk Penanganan Karhutla 2026 di Kalteng
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di 10 kabupaten dan kota di Riau dengan total luasan mencapai 182,76 hektare pada awal 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, mengatakan daerah yang terdampak karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Rincian luasan karhutla antara lain Bengkalis seluas 65,51 hektare, Indragiri Hilir 36,50 hektare, Pelalawan 21 hektare, Kota Dumai 19,52 hektare, Pekanbaru 11,58 hektare, Siak 9,55 hektare, Kampar 8,50 hektare, Kepulauan Meranti 7,90 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, dan Indragiri Hulu 1,20 hektare.
Baca juga: Karhutla di Aceh Barat Mulai Mengancam Kesehatan Warga
Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera terus melakukan upaya pemadaman secara intensif.
Tim Manggala Agni dari empat Daerah Operasi telah dikerahkan untuk menangani karhutla di Riau dan Kepulauan Riau.