Penulis
KOMPAS.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai anggaran sebesar Rp 6,75 miliar untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII 2026 di Wajo-Bone masih jauh dari cukup.
Ketua Harian KONI Sulsel, Abd Chalik Suang menyampaikan bahwa dana tersebut tidak memenuhi kebutuhan riil penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi itu.
“Menurut Kepala Dinas dan Pemuda Olahraga (Dispora) Sulsel, itulah anggaran untuk Porprov Rp 6,75 miliar. Anggaran itu bagi kami tak cukup,” ujarnya, Rabu (18/3/2026), dikutip dari Tribun-Timur.
Baca juga: 19 Cabor Purworejo Pastikan Kantongi Tiket Porprov Jateng 2026
Chalik membandingkan dengan pelaksanaan Porprov sebelumnya di Sinjai-Bulukumba pada 2022 yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp 10 miliar.
Saat itu, ajang digelar di dua kabupaten dengan mempertandingkan 36 cabang olahraga.
Sementara pada Porprov Sulsel 2026 di Wajo-Bone, jumlah cabang olahraga justru bertambah.
Tercatat lebih dari 40 cabang olahraga akan dipertandingkan, ditambah 11 cabang sebagai eksebisi.
“Kesimpulan saya kalau Rp 6,75 miliar itu tidak cukup,” tegasnya.
Baca juga: Kecewa Bonus Porprov Tak Sesuai Janji, Atlet di Pasuruan Injak-injak Plakat
KONI Sulsel sebelumnya mengajukan anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk penyelenggaraan Porprov.
Namun, setelah dilakukan penyesuaian dengan memangkas sejumlah kebutuhan, total anggaran yang dibutuhkan menjadi sekitar Rp 11 miliar.
Meski sudah ditekan, jumlah tersebut masih lebih besar dibandingkan anggaran yang tersedia saat ini.
“Jadi kita tekan sedemikian rupa, hasilnya Rp 11 miliar sekian. Kita masih kekurangan Rp 4 miliar,” ujar mantan anggota DPRD Sulsel itu.
Baca juga: Kejari Pamekasan Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana Porprov 2025 Sebesar Rp 1,4 Miliar
Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan teknis, seperti pembayaran wasit, technical delegate, monitoring dan evaluasi (monev), serta pengadaan maupun penyewaan peralatan pertandingan.
Meski pengadaan peralatan menjadi tanggung jawab masing-masing cabang olahraga, pendanaannya tetap berasal dari KONI Sulsel.
Sebagai contoh, cabang olahraga muaythai membutuhkan ring untuk pertandingan yang harus disediakan panitia.