Editor
KOMPAS.com - Identitas mayat perempuan yang ditemukan membusuk di jurang kawasan Liku 9, Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu, pada Selasa (10/3/2026), akhirnya terungkap.
Korban diketahui berinisial S (22), warga Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. S ditemukan dalam kondisi hamil tua di tengah tumpukan sampah oleh warga yang melintas di lokasi kejadian.
Berikut adalah deretan fakta dan data lengkap terkait kasus yang menggemparkan warga Bengkulu dan Musi Rawas tersebut:
Baca juga: Menyamar Jadi Pria untuk Bolos dan Merokok, Sejumlah Siswi di Bengkulu Diangkut Satpol PP
Jasad S pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi yang sulit dikenali karena mulai mengalami pembusukan. Pihak Satreskrim Polres Kepahiang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Bintang Yuda Gama langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Berdasarkan laporan dari masyarakat ditemukan mayat di lintas gunung. Pertama kita melakukan olah TKP kemudian melakukan penelusuran terhadap para saksi," ujar Iptu Bintang.
Identitas S dipastikan setelah pihak keluarga datang ke RSUD Kepahiang. Sepupu korban, Adi Patiunus, meyakini jasad tersebut adalah anggota keluarganya berdasarkan ciri fisik.
"Iya kita yakin dari pakaian dan dibuktikan dengan hasil sidik jari tadi," kata Adi, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Rugikan Negara Rp 147 Miliar, Eks Wali Kota Bengkulu Dipenjara 2 Tahun 6 Bulan
Pemeriksaan medis mengungkap fakta yang menyayat hati. S diketahui tengah hamil tua. Bahkan, tim dokter menemukan jasad janin bayi di dalam kandungan korban yang juga telah meninggal dunia.
"Iya ada bayinya jenazah tersebut, sudah meninggal dunia," tutur Direktur RSUD Kepahiang, Febi Nursanda.
Kenyataan ini menjadi pukulan berat bagi sang ayah, Sahamin (59). Selama ini, keluarga mengenal S sebagai gadis pendiam yang bekerja di tempat pembubutan ayam dan tidak mengetahui jika korban tengah mengandung.
"Masih gadis anak aku tuh," ujar Sahamin dengan nada terpukul.
Baca juga: Eksepsi Ditolak, Sidang Kasus ART Cubit Anak Majikan di Bengkulu Lanjut ke Pembuktian
Guna mengungkap penyebab pasti kematian, jenazah S dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk diotopsi pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Remo, sepupu korban yang mendampingi proses otopsi, membeberkan analisa awal dari pihak dokter yang mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Ditemukan luka serius pada bagian kepala korban.
"Dari analisa mengarah pada adanya kekerasan di sekitar kepala. Benturan yang paling keras terjadi di belakang kepala, kiri dan kanan atas, terus di pelipis mata yang kurang lebih berukuran 5 sentimeter retak," jelas Remo.
Luka tersebut diindikasikan kuat akibat benturan benda tumpul. Keluarga kini mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku.
Baca juga: Tak Mau Takbiran di Tengah Laut, Ibu Hamil 3 Bulan Rela Mudik Bekasi–Makassar Via Surabaya