Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tas Berisi 20.000 Dollar AS Tertinggal di Masjid Rest Area Tol Lampung, Pemilik Akhirnya Terungkap

Kompas.com, 25 Maret 2026, 12:45 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Sosok pemilik tas berisi uang tunai ribuan dollar Amerika Serikat yang tertinggal di area masjid rest area Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) akhirnya terungkap.

Tas berwarna gelap tersebut menarik perhatian petugas lantaran berisi uang tunai senilai 20.000 dollar AS atau setara dengan Rp 339 juta, serta sejumlah aset berharga lainnya.

Identitas pemilik tas diketahui bernama Nana Halimi. Ia diduga terburu-buru saat hendak melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni setelah beristirahat di masjid rest area KM 87B Tol Lampung.

Baca juga: Tas Berisi 20.000 Dollar AS Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Lampung

Kronologi Penemuan dan Klaim Pemilik

Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), M Alkautsar, menjelaskan bahwa penemuan barang berharga pemudik tersebut terjadi pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.23 WIB.

"Ditemukan oleh petugas keamanan saat melaksanakan patroli rutin di area masjid," ujar Alkautsar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2026).

Setelah keberadaan tas tersebut diumumkan melalui sistem informasi jalan tol, Nana Halimi mendatangi kantor keamanan pada pukul 15.25 WIB di hari yang sama untuk mengajukan klaim kepemilikan.

Petugas kemudian melakukan verifikasi identitas dan pencocokan isi barang secara ketat untuk memastikan validitas pemilik asli. Berdasarkan pemeriksaan bersama, tas tersebut berisi:

  • Uang tunai 20.000 dollar Amerika Serikat (setara Rp 339 juta).
  • Uang tunai rupiah sebesar Rp 7,7 juta.
  • Tiga kartu ATM dan buku tabungan dengan saldo mencapai ratusan juta rupiah.
  • Dokumen identitas pribadi milik Nana Halimi.

"Seluruh barang diserahkan kembali dalam kondisi lengkap tanpa kekurangan," tutur Alkautsar.

Baca juga: Saat Turis Pakistan Kebingungan Tertinggal Rombongan di Pantai Tanjung Pakis Karawang

Insiden tas tertinggal di rest area selama masa mudik Lebaran 2026 ternyata bukan kali pertama terjadi di ruas Tol Lampung.

Sebelumnya, pada Senin (16/3/2026), petugas jalan tol juga menemukan tas berisi uang tunai Rp 23 juta di rest area KM 116A. Tas tersebut diketahui milik Antoni, seorang pemudik asal Jakarta Barat yang tengah menuju Ranau.

Manager Usaha Jasa Lainnya (UJL) PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), Irpan Sahpani, menyebutkan bahwa tas milik Antoni tertinggal di area minimarket saat keluarga tersebut sedang beristirahat. Tas beserta isinya kini telah diserahkan kembali kepada pemiliknya secara utuh.

Tren Barang Tertinggal Meningkat Dua Kali Lipat

Tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 memicu peningkatan jumlah barang penumpang yang tertinggal, baik di jalan tol maupun transportasi umum seperti kereta api.

Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat sebanyak 28 barang berhasil diamankan melalui sistem Lost and Found sejak 11–17 Maret 2026. Angka ini naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 14 temuan.

Baca juga: Kisah Mudik Lebaran: Istri Tertinggal di Rest Area Tol Cipali, Berakhir Diantar Polisi Naik Motor Susul Keluarga

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa tren ini disebabkan oleh aktivitas penumpang yang cenderung terburu-buru.

"Sistem Lost and Found milik KAI menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan. Hal ini terbukti dengan pengembalian barang-barang berharga senilai puluhan juta rupiah yang tertinggal," kata Tohari, Rabu (18/3/2026).

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau