Editor
KOMPAS.com – Sosok pemilik tas berisi uang tunai ribuan dollar Amerika Serikat yang tertinggal di area masjid rest area Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) akhirnya terungkap.
Tas berwarna gelap tersebut menarik perhatian petugas lantaran berisi uang tunai senilai 20.000 dollar AS atau setara dengan Rp 339 juta, serta sejumlah aset berharga lainnya.
Identitas pemilik tas diketahui bernama Nana Halimi. Ia diduga terburu-buru saat hendak melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni setelah beristirahat di masjid rest area KM 87B Tol Lampung.
Baca juga: Tas Berisi 20.000 Dollar AS Milik Pemudik Tertinggal di Rest Area Tol Lampung
Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), M Alkautsar, menjelaskan bahwa penemuan barang berharga pemudik tersebut terjadi pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.23 WIB.
"Ditemukan oleh petugas keamanan saat melaksanakan patroli rutin di area masjid," ujar Alkautsar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2026).
Setelah keberadaan tas tersebut diumumkan melalui sistem informasi jalan tol, Nana Halimi mendatangi kantor keamanan pada pukul 15.25 WIB di hari yang sama untuk mengajukan klaim kepemilikan.
Petugas kemudian melakukan verifikasi identitas dan pencocokan isi barang secara ketat untuk memastikan validitas pemilik asli. Berdasarkan pemeriksaan bersama, tas tersebut berisi:
"Seluruh barang diserahkan kembali dalam kondisi lengkap tanpa kekurangan," tutur Alkautsar.
Baca juga: Saat Turis Pakistan Kebingungan Tertinggal Rombongan di Pantai Tanjung Pakis Karawang
Insiden tas tertinggal di rest area selama masa mudik Lebaran 2026 ternyata bukan kali pertama terjadi di ruas Tol Lampung.
Sebelumnya, pada Senin (16/3/2026), petugas jalan tol juga menemukan tas berisi uang tunai Rp 23 juta di rest area KM 116A. Tas tersebut diketahui milik Antoni, seorang pemudik asal Jakarta Barat yang tengah menuju Ranau.
Manager Usaha Jasa Lainnya (UJL) PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB), Irpan Sahpani, menyebutkan bahwa tas milik Antoni tertinggal di area minimarket saat keluarga tersebut sedang beristirahat. Tas beserta isinya kini telah diserahkan kembali kepada pemiliknya secara utuh.
Tingginya mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 memicu peningkatan jumlah barang penumpang yang tertinggal, baik di jalan tol maupun transportasi umum seperti kereta api.
Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat sebanyak 28 barang berhasil diamankan melalui sistem Lost and Found sejak 11–17 Maret 2026. Angka ini naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 14 temuan.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa tren ini disebabkan oleh aktivitas penumpang yang cenderung terburu-buru.
"Sistem Lost and Found milik KAI menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan. Hal ini terbukti dengan pengembalian barang-barang berharga senilai puluhan juta rupiah yang tertinggal," kata Tohari, Rabu (18/3/2026).