Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembunuhan Dokter di Gayo Lues: Kronologi, Motif, dan Sosok Pelaku

Kompas.com, 26 Maret 2026, 18:15 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Misteri kematian tragis seorang dokter senior berinisial SH (47) di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akhirnya terungkap. Pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka utama yang tak lain adalah tetangga dekat korban sendiri.

Tersangka berinisial FD alias D (30) ditangkap oleh jajaran Polres Gayo Lues dengan dukungan Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di Tugu Kota Blangkejeren, saat mencoba melarikan diri ke luar daerah.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Dokter di Gayo Lues Saat Lebaran, Tangan Terikat Kabel dan Mulut Disumpal

Kronologi dan Motif Pencurian

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo menjelaskan bahwa peristiwa memilukan ini bermula dari niat tersangka untuk melakukan pencurian pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, aksi FD dipergoki oleh korban hingga keduanya sempat saling tatap.

"Tersangka terkejut karena tertangkap tangan oleh korban. Saat korban berteriak meminta tolong, tersangka langsung mendekati dan mencekik leher korban sambil mengancam, 'Jangan berteriak nanti kubunuh'," ujar AKBP Hyrowo dalam konferensi pers di Mapolres Gayo Lues, Kamis (26/3/2026).

Meskipun dalam tekanan, korban SH tetap berusaha melawan dan berteriak. Tersangka kemudian memasukkan jari ke mulut korban hingga korban terjatuh.

Perlawanan sempat terjadi saat korban menggigit jari tersangka, namun FD terus menindih korban hingga tidak berdaya.

Baca juga: Cerita Lebaran Penyintas Banjir di Gayo Lues, Doa dan Isak Tangis Warnai Suasana Makam Tanpa Pusara

Pelecehan dan Penemuan Jasad

Setelah korban lemas, tersangka FD mengikat tangan korban ke belakang menggunakan kabel colokan listrik yang diambil dari ruang rias. Ia juga menyumpal mulut korban dengan jilbab dari lemari. Dalam kondisi korban yang tak berdaya, tersangka melakukan tindakan pelecehan seksual.

"Setelah tangan diikat dan mulut disumpal, tersangka melakukan pelecehan kepada korban dengan cara membuka bra. Lalu tersangka menutupi wajah korban dengan menggunakan selimut warna pink motif Hello Kitty," lanjut Hyrowo.

Jasad SH baru ditemukan 13 hari kemudian, tepatnya pada Sabtu (21/3/2026) pukul 10.00 WIB oleh adik kandungnya, Norman.

Penemuan ini terjadi saat Norman berkunjung untuk bersilaturahmi dalam rangka Hari Raya Idul Fitri. Saat ditemukan di lantai dua rumahnya, kondisi jasad korban sudah mulai membusuk.

Baca juga: BNPB Pastikan Korban Banjir Gayo Lues Masuk Hunian Sementara Jelang Lebaran

Harta Benda Digondol Pelaku

Selain menghilangkan nyawa korban, tersangka juga menggasak sejumlah harta benda milik dokter yang bertugas di Puskesmas Pintu Rime tersebut. FD mengambil uang tunai Rp100.000 dan sepasang anting emas putih dari telinga korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka menjual sepeda motor korban di Kutacane seharga Rp2.000.000, perhiasan emas seharga Rp1.950.000, serta sebuah laptop yang dijual di Blangkejeren seharga Rp100.000 dengan alasan rusak.

Kasat Reskrim Polres Gayo Lues, Iptu M Abidinsyah SH, menyatakan bahwa tersangka kini terancam hukuman berat atas perbuatannya.

"Tersangka dibidik dengan Pasal 479 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara," jelas Iptu M Abidinsyah.

Baca juga: Warga Pining Gayo Lues Terisolasi, Ramadan Tahun Ini Terasa Paling Sedih

Keberhasilan Polri mengungkap kasus ini dalam waktu singkat mendapat apresiasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gayo Lues dan anggota DPRK Gayo Lues. Ketua IDI Gayo Lues, dr Junaidi, berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Semoga pelaku diberi hukuman yang seberat-beratnya, agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa apalagi terhadap tenaga kesehatan," tegas dr Junaidi.

Almarhumah dr SH dikenal sebagai dokter senior yang berdedikasi tinggi. Sebelum bertugas di Puskesmas Pintu Rime, ia lama mengabdi di Puskesmas Pining dan dikenal aktif memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Artikel ini telah tayang di Tribungayo.com dengan judul Dokter di Gayo Lues Dibunuh 13 Hari Sebelum Ditemukan, Tersangka Sempat Lakukan Pelecehan

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau