Penulis
KOMPAS.com - Puasa Syawal adalah puasa sunah yang dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal.
Puasa Syawal dianjurkan untuk dilakukan persis satu hari setelah Idul Fitri, yakni mulai tanggal 2 Syawal dan berurutan selama enam hari sampai tanggal 7 Syawal.
Namun, diperbolehkan juga apabila ingin melaksanakannya dengan tidak berurutan, atau baru sempat melaksanakan puasa di akhir bulan.
Puasa Syawal selama 6 hari menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan syawal karena memiliki banyak keutamaan.
Baca juga: Kapan Puasa Syawal 2026 Dimulai? Simak Jadwal, Niat, dan Ketentuannya
Dikutip dari laman UIN Sunan Gunung Djati, berikut beberapa keutamaan melaksanakan puasa Syawal:
Puasa Syawal menjadi amalan penyempurna puasa Ramadhan. Sebagaimana shalat sunah rawatib (qabliyah dan bakdiyah) yang menyempurnakan shalat fardhu.
Baca juga: Bolehkah Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Syawal? Ini Penjelasannya
Puasa sunnah Syawal memiliki keistimewaan untuk menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun.
Sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang artinya:
“Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim/1164)
Puasa Syawal menjadi pertanda puasa Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Muslim yang membiasakan puasa setelah selesainya menjadi pertanda diterimanya puasa yang dikerjakan sebelumnya.
Baca juga: Niat Puasa Syawal 6 Hari: Keutamaan, Tata Cara, dan Hukum Menggabungkan Niat
Puasa Syawal sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas banyak anugerah yang diberikan selama bulan Ramadhan.
Pada bulan Ramadhan, Allah membuka lebar pintu ampunan, memberikan pahala berlipat-lipat, dan menurunkan malam Lailatul Qadar.
Puasa Syawal juga menjadi amalan yang menandakan bahwa ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tidak terputus.
Melaksanakan puasa Syawal menjadi salah satu bentuk usaha untuk melestarikan ibadah yang telah dilakukan di bulan Ramadhan.
Baca juga: Panduan Lengkap Puasa Syawal: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya Menurut Hadis