Advertorial

Angka Kematian Balita Turun, IPM Jabar 2025 Meningkat Jadi 75,9 poin

Kompas.com - 30/03/2026, 15:44 WIB

KOMPAS.com - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat meningkat menjadi 75,9 poin pada 2025 atau naik dari tahun lalu dengan capaian 74,92 poin. Capaian tersebut juga melampaui target yang telah ditetapkan, yakni 74,39 poin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyampaikan, peningkatan IPM 2025 didukung perbaikan pada seluruh dimensi penyusunnya, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Dari sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berhasil menurunkan angka kematian balita menjadi 6,67 per 1.000 kelahiran hidup. Selain itu, usia harapan hidup juga meningkat menjadi 75,53 tahun. Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas layanan kesehatan dan kondisi kesejahteraan masyarakat secara umum.

Pada dimensi pendidikan, harapan lama sekolah meningkat menjadi 13,02 tahun. Rata-rata lama sekolah juga menunjukkan tren positif, yakni mencapai 9,46 tahun pada 2025. Capaian ini melampaui target 9,35 tahun dan meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 9,24 tahun.

Untuk memperkuat capaian tersebut, Pemprov Jabar melakukan berbagai intervensi strategis pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus. Melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD), dukungan pembiayaan diberikan kepada 578.196 siswa SMA, 367.040 siswa SMK, dan 9.376 siswa SLB.

Selain itu, Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga disalurkan kepada 261.488 siswa SMA, 667.298 siswa SMK, dan 19.975 siswa SLB.

Bantuan tersebut diberikan sebagai instrumen afirmasi untuk menjaga keberlanjutan akses pendidikan dan menekan potensi putus sekolah.

Intervensi tambahan juga dilakukan melalui Beasiswa Personal Pancawaluya yang menjangkau 3.503 siswa SMA, 5.662 siswa SMK, dan 235 siswa SLB guna mendukung peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Dukungan operasional satuan pendidikan turut diperkuat melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang menjangkau 1.715 SMA, 2.884 SMK, dan 391 SLB di Jawa Barat.

Dari sisi penyediaan infrastruktur, pemerintah daerah merealisasikan pembangunan 11 Unit Sekolah Baru (USB) serta pembangunan 722 ruang kelas baru dan ruang praktik siswa untuk meningkatkan daya tampung dan kualitas pembelajaran.

Selain itu, Pemprov Jabar juga melakukan penyediaan meubelair bagi 397 sekolah, rehabilitasi 224 ruang kelas guna memastikan kelayakan sarana pembelajaran, serta pembangunan 290 unit toilet untuk mendukung standar sanitasi dan kesehatan lingkungan sekolah.

Secara keseluruhan, penguatan intervensi sektor kesehatan dan pendidikan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jabar.

Sinergi kebijakan pembiayaan pendidikan, perluasan akses layanan, serta pembangunan infrastruktur sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah sebagai komponen utama pembentuk IPM Tahun 2025.

Upaya ke depan

Pemprov Jabar akan terus berupaya meningkatkan IPM dengan cara meningkatkan pemerataan sarana prasarana pendidikan melalui penambahan unit sekolah baru, perbaikan ruang kelas, dan pendidikan berkarakter.

Digitalisasi pembelajaran juga akan diterapkan untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan kabupaten melalui platform pembelajaran digital yang terstandarisasi.

Dalam sektor kesehatan, peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia bidang kesehatan menjadi fokus Pemprov Jawa Barat dalam waktu mendatang.

Selain itu, peningkatan layanan primer dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Kami juga terus berupaya meningkatkan pengeluaran per kapita melalui peningkatan konsumsi masyarakat dengan upaya peningkatan pendapatan," ucap Dedi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau