Cara membuat WordPress Blueprints kustom
Teks ini diterjemahkan menggunakan AI. Jika Anda ingin melihat teks asli dalam bahasa Inggris, klik di sini.
WordPress Studio didukung oleh WordPress Playground, yang mendukung Blueprint. Blueprint di Studio membantu Anda:
- Menyederhanakan penyiapan berulang: Buat Blueprint untuk jenis situs umum (seperti blog, portofolio, atau toko) agar dapat memulai proyek Studio baru dengan lebih efisien.
- Menjaga keselarasan tim: Tambahkan file blueprint.json ke repositori GitHub proyek Anda, baik saat Anda membangun plugin, tema, maupun situs lengkap. File ini membuat kerangka lingkungan yang sama setiap kali, sehingga rekan satu tim dapat mulai membuat plugin, tema, atau situs lengkap dalam hitungan menit, sementara kontrol versi menjaga perubahan tetap dapat ditinjau dan konsisten.
- Menyederhanakan demo dan pengujian: Luncurkan Studio dengan tema, plugin, dan konten contoh yang persis Anda butuhkan. Reproduksi bug atau konfirmasi perbaikan dengan penyiapan yang andal dan dapat diulang.
Panduan ini akan mengajarkan dasar-dasar pembuatan Blueprint khusus dan menyediakan sumber daya tambahan untuk Anda pelajari lebih lanjut.
Apa itu Blueprint?
Blueprint adalah file JSON yang menentukan penyiapan situs WordPress. Di dalam Blueprint, Anda dapat mengonfigurasi pengaturan seperti versi WordPress dan PHP pilihan Anda. Anda juga dapat menentukan daftar langkah yang akan dijalankan saat situs dibuat, seperti menginstal dan mengaktifkan plugin serta tema, mengatur opsi situs, mengimpor konten demo, dan menjalankan kueri PHP atau SQL.
Blueprint ditulis menggunakan skema JSON publik, sehingga penggunaannya distandardisasi di Playground, WordPress Studio, dan lainnya.
Contoh minimal ini mengonfigurasi versi WordPress dan PHP pilihan, menginstal dan mengaktifkan plugin WooCommerce serta tema Pendant, dan mengatur skema warna admin ke “Modern.”
{
"$schema": "https://playground.wordpress.net/blueprint-schema.json",
"landingPage": "/wp-admin/",
"login": true,
"preferredVersions": {
"php": "8.3",
"wp": "latest"
},
"steps": [
{
"step": "installPlugin",
"pluginData": {
"resource": "wordpress.org/plugins",
"slug": "woocommerce"
},
"options": {
"activate": true
}
},
{
"step": "installTheme",
"themeData": {
"resource": "wordpress.org/themes",
"slug": "pendant"
},
"options": {
"activate": true
}
},
{
"step": "updateUserMeta",
"meta": {
"admin_color": "modern"
},
"userId": 1
}
]
}Hal-hal penting yang perlu diketahui:
preferredVersionsmemungkinkan Anda menentukan versi PHP dan WordPress terlebih dahulu.stepsadalah tempat keajaibannya terjadi. Anda dapat login, menginstal atau mengaktifkan plugin dan tema, mengimpor konten WXR, mengatur opsi, menjalankan PHP, dan lainnya. Misalnya, contoh ini menunjukkan cara menginstal WooCommerce, mengatur bahasa situs ke bahasa Spanyol, dan menyesuaikan skema warna admin. Lihat Pustaka Langkah untuk setiap tindakan yang tersedia beserta contohnya.
WordPress Playground menawarkan pembuat Blueprint interaktif, sehingga Anda dapat menguji berbagai penyiapan Blueprint. Ini adalah cara yang sangat baik untuk memvalidasi Blueprint khusus Anda sebelum menjalankannya di Studio.

Pratinjau dan unduh Blueprint ini menggunakan tombol di atas. Setelah diunduh, Anda dapat menggunakannya untuk membuat situs baru di Studio. Untuk petunjuk terperinci, lihat alur pembuatan situs di Studio.
Batasan Blueprint di Studio
Tabel berikut menyoroti perbedaan cara kerja Blueprint di Studio dibandingkan dengan playground.wordpress.net, per versi 1.6.0:
| Properti | Mengapa diabaikan oleh Studio |
landingPage | Pengguna dapat membuka WP Admin dan frontend situs lokal dari tautan di dalam antarmuka pengguna Studio. |
login | Anda otomatis sudah login saat membuka situs lokal dari antarmuka pengguna Studio. |
extraLibraries | Studio mengelola semua pustaka tambahan secara langsung. |
features → networking | Pengguna harus selalu dapat menginstal plugin dan tema di Studio. |
steps → step → defineSiteUrl | URL situs secara default menggunakan localhost dan dapat disesuaikan di antarmuka pengguna Studio saat pembuatan situs. |
steps → step → enableMultisite | Multisite saat ini belum didukung di Studio. |
steps → step → setSiteOptions → blogNameatau siteOptions → blogName | Nama situs diatur di antarmuka pengguna Studio saat pembuatan situs. |
steps → step → setSiteOptions → login → username/passwordatau siteOptions → login → username/password | Nama pengguna dan kata sandi untuk situs lokal diatur oleh Studio saat pembuatan situs. |
Sumber daya tambahan
Blueprint dapat sederhana seperti contoh di atas atau secanggih yang diperlukan alur kerja Anda. Dokumentasi Playground menyediakan gambaran umum yang jelas tentang format JSON Blueprint, tutorial mulai cepat, dan referensi terperinci. Jika Anda ingin membuat Blueprint sendiri atau menjelajahi contoh dari komunitas WordPress, lihat sumber daya di bawah ini:
- Ikhtisar Blueprints dan tutorial mulai cepat
- Format data dan skema
- Referensi Steps dan Step Library visual
- Contoh Blueprints dan galeri komunitas
Memanfaatkan alat AI seperti Studio Assistant adalah cara yang sangat baik untuk mendapatkan bantuan dalam membuat Blueprint khusus. Cukup minta alat tersebut menulis Blueprint untuk Anda:

Ada juga beberapa proyek komunitas yang menyediakan antarmuka pengguna untuk membuat Blueprints, dan layak untuk Anda coba:
Bagi Anda yang mengikuti proyek WordPress Playground dengan saksama, Anda mungkin sudah mengetahui bahwa versi baru Blueprints sedang dikembangkan. Segera setelah Blueprints v2 stabil di Playground, dukungan akan ditambahkan ke Studio dalam rilis berikutnya. Semua Blueprints v1 akan tetap didukung.
Terakhir diperbarui: Juni 23, 2026