Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zhang Linghe Masuk Daftar Teratas Aktor Terburuk

Kompas.com, 31 Maret 2026, 18:19 WIB
Rintan Puspita Sari

Penulis

Sumber kbizoom

KOMPAS.com- Aktor China, Zhang Linghe menduduki peringkat teratas dalam jajak pendapat daring kontroversial yang meranking "aktor terburuk".

Peringkat itu dibuat oleh platform media sosial China, di mana mereka menentukan 10 aktor terburuk yang lahir setelah tahun 1995.

Zhang Linghe menduduki peringkat pertama, diikuti oleh nama-nama seperti Wang Yibo, Fan Chengcheng, Wang Hedi, dan Deng Wei.

Terlepas dari parasnya yang menawan, Zhang Linghe telah lama berjuang untuk melepaskan label "wajah tampan dengan kemampuan akting yang lemah."

Baca juga: Wang Yibo Dirumorkan Telah Menikah dan Memiliki Anak di Luar Negeri

Tanpa pelatihan formal, para kritikus berpendapat bahwa dasar aktingnya masih belum berkembang.

Beberapa pendapat bahkan lebih jauh, mengklaim bahwa ia kurang memiliki bakat alami dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan di berbagai proyek.

Dalam drama Story of Kunning Palace, penampilan Zhang Linghe sebagai pemeran utama pria banyak dikritik karena dianggap kurang memuaskan.

Penonton mencatat bahwa ia gagal menyampaikan kedalaman, kecerdasan, dan kepribadian karakter yang terencana.

Baca juga: Tengah Viral, Ini Sinopsis Drama China Pursuit of Jade yang Dibintangi Zhang Linghe

Demikian pula, dalam The Princess Royal, sebuah drama romantis sejarah yang digemari penggemar, ia kembali dikritik karena ekspresi kaku dan kurangnya jangkauan emosi.

Proyek terbarunya, Pursuit of Jade, juga menempatkannya di tengah kontroversi.

Meskipun beberapa penonton mengakui sedikit peningkatan dalam ekspresinya, banyak yang masih mengejek penggambaran karakternya karena dianggap tidak sesuai dengan karakter tersebut.

Riasan tebalnya yang menampilkan bibir merah menyala, eyeliner tebal, dan alas bedak tebal secara luas dianggap tidak pantas untuk seorang jenderal di medan perang.

Kritik tersebut bahkan menyebabkan julukan sarkastik seperti "jenderal yayasan" dan lelucon yang menyiratkan bahwa ia memprioritaskan riasan daripada pertempuran.

Baru-baru ini, reaksi negatif semakin intensif setelah Zhang Linghe dituduh membuat pernyataan yang dianggap menyinggung penampilan orang Asia Tenggara.

Kontroversi tersebut memicu kemarahan luas, mendorong aktor tersebut untuk mengeluarkan permintaan maaf publik.

Perdebatan seputar Zhang Linghe mencerminkan diskusi yang lebih luas di industri hiburan China, di mana daya tarik visual seringkali membawa ketenaran yang cepat, tetapi kesuksesan yang berkelanjutan semakin bergantung pada kemampuan akting yang terbukti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau