Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Sederhana Mengurangi Food Waste di Rumah

Kompas.com, 3 Desember 2025, 08:35 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Masalah food waste (sisa pangan) masih dijumpai di Indonesia. Pada tahun 2020, Indonesia berada di urutan keempat sebagai negara dengan food waste terbanyak.

Food waste yang dihasilkan sektor rumah tangga di Indonesia pada periode tersebut mencapai 20.94 juta metrik ton, dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa (16/5/2023).

Baca juga:

Tidak hanya itu, potensi food waste di Indonesia mencapai 23-48 juta ton per tahun, setara dengan 115-184 kilogram per orang per tahun. Dilansir dari laman Badan Pangan Nasional, Selasa (2/12/2025), bila dijadikan edible food waste, jumlah tersebut cukup memberi makan 61–125 juta orang.

Lantas, bagaimana cara mengurangi food waste dengan lebih sederhana? Simak caranya berikut.

Cara mengurangi food waste di rumah

1. Belanja cerdas

Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.Dok. Freepik/Lifestylememory Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.

Penulis buku masakan, Carleigh Bodrug menuturkan, ia punya kebiasaan lama memberli makanan tanpa mengecek stok di rumah.

Waktu itu, ia pernah membeli oat baru padahal masih punya tiga bungkus yang sudah terbuka di rumah. 

Bodrug menyarankan untuk membuat daftar belanja. Tuliskan rencana makan dalam seminggu, lalu cek isi kulkas dan pantry sebelum pergi belanja. Kebiasaan ini mencegahmu membeli makanan berlebih dan membantu mengurangi belanja impulsif.

"Hal terburuk yang kita lakukan adalah... pergi ke supermarket ketika lapar," ucap Bodrug, dikutip dari AP

Sementara itu, Co-Founder dari Spare Food Co., Adam Kaye menambahkan, sebaiknya tidak membeli satu kemasan besar jika hanya butuh sedikit. Sebagai contoh, jangan membeli tujuh lemon jika kamu hanya butuh satu. 

Baca juga:

2. Simpan makanan dengan benar

Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.SHUTTERSTOCK/PJJARUWAN Simak cara mengurangi food waste di rumah dengan mudah dan praktis. Cocok untuk kamu yang ingin hidup hemat dan lebih berkelanjutan.

Cara penyimpanan makanan memengaruhi kualitas, sekaligus meminimalisasi food waste. Beda jenis makanan, beda pula saran penyimpanannya.

Dikutip dari laman Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), makanan kering seperti beras sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara pada suhu ruangan, sedangkan roti sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di lemari makanan.

Sementara itu, sayur-sayuran segar sebaiknya disimpan di vegetable drawer atau laci paling bawah kulkas. Sementara itu, saus dan susu sebaiknya disimpan di rak di bagian pintu kulkas.

Cara sederhana lainnya adalah memastikan kemasan makanan yang terbuka ditutup rapat sehingga makanan di dalamnya tidak cepat basi atau rusak. 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
Pemerintah
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Pemerintah
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
Pemerintah
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
LSM/Figur
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
LSM/Figur
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan 'Skill Editing' Dihargai Rp 0
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan "Skill Editing" Dihargai Rp 0
Pemerintah
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Swasta
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Pemerintah
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
LSM/Figur
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Pemerintah
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Swasta
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau