KOMPAS.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengumumkan lima perusahaan China yang lolos seleksi dan berhak mengikuti tender sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Selain China, perusahaan asal Perancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong terlibat dalam proyek PSEL. Sebanyak 24 perusahaan terpilih dari 200 entitas yang masuk Daftar Penyedia Teknologi (DPT).
Baca juga:
“Perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,” kata Lead of Waste to Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman dalam keterangannya, Jumat (13/02/2026).
Lead of Waste to Energy BPI Danantara Indonesia, Fadli Rahman menjelaskan soal proyek PSEL Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026). Fadli menjelaskan, tahap pertama PSEL difokuskan di Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta. Wilayah ini dinilai paling siap secara administratif dengan krisis timbulan sampah.
Danantara Indonesia telah meninjau setiap perusahaan penyedia teknologi. Fadli menuturkan, PSEL tidak hanya proyek teknologi, tapi juga bagian dari kebijakan publik lintas sektor terkait penanganan sampah perkotaan.
“Kami juga ingin memastikan bahwa terjadinya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” jelas dia.
Baca juga:
Dari 24 perusahaan yang lolos tender, berikut profil lima perusahaan asal China.
Chongqing Sanfeng Environment Group Corp Ltd merupakan investor, pengembang, sekaligus operator fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah.
Berdiri pada 2009 dan berkantor pusat di Chongqing, China, Sanfeng Environment dikenal sebagai pemegang lisensi teknologi grate incinerator dari Martin GmbH di Jerman.
Teknologi itu kemudian dilokalisasi dan dikembangkan hingga mampu memproduksi sendiri peralatan PSEL, dari tungku pembakaran, pemurnian gas buang, hingga pengolahan residu.
Hingga akhir 2023, teknologi dan peralatan Sanfeng telah diterapkan pada lebih dari 250 proyek PSEL dengan lebih dari 400 lini insinerasi di berbagai negara, berkapasitas total lebih dari 220.000 ton sampah per hari.
Wangneng Environment Co Ltd berkantor pusat di Huzhou, Zhejiang, dan beroperasi pada 2012.
Perusahaan ininmemanfaatan sumber daya limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, serta daur ulang karet.
Danantara menjelaskan, Wangneng Environment mengubah limbah, menjadi energi (listrik atau panas) melalui berbagai proses seperti pembakaran, gasifikasi, atau bioteknologi.
Beberapa proyek yang telah dilakukan melibatkan instalasi pabrik pengolahan limbah. Mereka mencatat mampu menghasilkan 3,04 miliar kilowatt hour (kWh) listrik bersih setiap tahun.
Sebagai salah satu perusahaan yang masuk tender PSEL, pihaknya berencana membentuk konsorsium atau kerja sama dengan mitra lokal Indonesia seperti BUMN, swasta nasional, atau BUMD agar dapat ikut tender.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya