KOMPAS.com - Orang-orang yang lebih sering terpapar polusi udara disebut berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.
Hal itu menurut studi terbaru yang dilakukan Yanling Deng dari Emory University di Georgia, Amerika Serikat, bersama rekan-rekannya yang diterbitkan di jurnal PLOS Medicine.
Baca juga:
Penyakit Alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum dan menyerang sekitar 57 juta orang di seluruh dunia, dilansir dari Medical Xpress, Rabu (18/2/2026).
Paparan polusi udara sudah dikenal sebagai faktor risiko Alzheimer, serta pemicu berbagai penyakit kronis lainnya seperti darah tinggi, strok, dan depresi.
Penyakit-penyakit kronis itu juga berhubungan dengan Alzheimer. Namun, sebelumnya belum jelas apakah polusi udara menyebabkan penyakit kronis tersebut yang kemudian berujung pada Alzheimer, atau apakah penyakit-penyakit tersebut yang justru memperparah efek polusi udara terhadap kesehatan otak.
Baca juga:
Studi menemukan, paparan polusi udara, terutama PM2.5, meningkatkan risiko Alzheimer pada lansia. Risiko lebih tinggi pada penderita strok.Untuk mengetahui jawabannya, tim peneliti meneliti lebih dari 27,8 juta penerima Medicare atau layanan kesehatan lanjut usia (lansia) di Amerika Serikat berusia 65 tahun ke atas dari tahun 2000 hingga tahun 2018.
Para peneliti mengamati tingkat paparan polusi udara pada setiap individu dan apakah mereka terkena Alzheimer, sambil menekankan peran penyakit kronis lainnya.
Mereka menemukan bahwa paparan polusi udara yang lebih besar berkaitan dengan peningkatan risiko Alzheimer. Hubungan tersebut sedikit lebih kuat pada individu yang pernah mengalami strok.
Namun, tekanan darah tinggi dan depresi ternyata tidak memberikan dampak tambahan yang signifikan.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa polusi udara berkontribusi terhadap penyakit Alzheimer sebagian besar melalui jalur langsung, bukan lewat penyakit kronis lainnya.
Namun, orang yang memiliki riwayat strok mungkin lebih rentan terhadap dampak buruk polusi udara bagi kesehatan otak.
Baca juga:
Studi menemukan, paparan polusi udara, terutama PM2.5, meningkatkan risiko Alzheimer pada lansia. Risiko lebih tinggi pada penderita strok.Studi ini mengindikasikan bahwa memperbaiki kualitas udara bisa menjadi cara penting untuk mencegah demensia dan melindungi para lansia.
"Dalam studi nasional berskala besar terhadap lansia ini, kami menemukan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara partikel halus (PM2.5) berkaitan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih tinggi," tulis para peneliti.
Hal ini sebagian besar terjadi melalui efek langsung pada otak, bukan melalui penyakit kronis umum seperti darah tinggi, strok, atau depresi.
"Temuan kami menunjukkan bahwa individu dengan riwayat strok mungkin sangat rentan terhadap efek berbahaya polusi udara bagi kesehatan otak. Hal ini menyoroti adanya titik temu yang penting antara faktor polusi dan faktor risiko pembuluh darah," tambah peneliti dalam makalah mereka.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya