KOMPAS.com - Microsoft disebut sudah memenuhi 100 persen konsumsi listrik global tahunannya dengan energi terbarukan.
“Ini adalah langkah penting dalam perjalanan kami menuju netralitas karbon. Listrik merupakan sumber emisi utama bagi Microsoft dan bagi banyak organisasi," kata Kepala Bagian Keberlanjutan Microsoft, Melanie Nakagawa, dilansir dari ESG Today, Kamis (19/2/2026).
Baca juga:
"Pengalaman Microsoft dalam membangun portofolio energi bersih telah menjadi pendorong penting dalam memicu permintaan komersial terhadap infrastruktur dan inovasi di seluruh sektor ketenagakerjaan/kelistrikan," tambah dia.
Target energi bersih merupakan bagian dari rangkaian sasaran yang ditetapkan Microsoft pada tahun 2020. Salah satunya komitmen untuk menggunakan 100 persen energi terbarukan di seluruh gedung dan pusat datanya secara global pada tahun 2025.
Selain itu, terdapat juga target ambisius untuk menjadi karbon negatif pada tahun 2030, yang mana perusahaan teknologi tersebut akan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dikeluarkan.
Tak hanya itu, Microsoft juga menetapkan target untuk menghapus seluruh jejak karbon yang pernah dihasilkan perusahaan sejak berdiri pada tahun 2050.
Pada tahun 2021, Microsoft menambah visi 100/100/0, yang berkomitmen agar 100 persen konsumsi listriknya, setiap saat dipenuhi oleh sumber energi nol karbon.
Baca juga:
Ilustrasi Microsoft Gaming Copilot. Microsoft resmi memenuhi 100 persen konsumsi listrik global tahunannya dengan energi terbarukan. Target ini jadi langkah menuju karbon negatif.Sejak merilis targetnya pada tahun 2020, Microsoft telah mengumumkan beberapa kesepakatan energi bersih besar di seluruh dunia.
Salah satunya adalah perjanjian kerja sama multitahun dengan Brookfield untuk membangun lebih dari 10,5 gigawatt kapasitas energi terbarukan baru di Amerika Serikat dan Eropa.
Kesepakatan ini tercatat sebagai pengadaan energi terbarukan oleh perusahaan yang terbesar dalam sejarah.
Microsoft juga telah muncul sebagai pembeli korporat terbesar untuk kredit penghapusan karbon dengan selisih yang sangat jauh dibandingkan perusahaan lain.
Baru-baru ini Microsoft juga mengungkapkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak untuk menghapus rekor 45 juta metrik ton karbon dioksida pada tahun 2025.
Hingga saat ini, menurut Nakagawa, Microsoft telah membangun salah satu portofolio energi bersih terbesar di dunia, yang tersebar di 26 negara dan mendukung 40 gigawatt kapasitas kontrak, dengan lebih dari 400 kontrak yang melibatkan lebih dari 95 perusahaan listrik dan pengembang.
"Semua ini tidak terjadi sendirian. Pencapaian tonggak sejarah ini dimungkinkan berkat bantuan para profesional di perusahaan listrik, pengembang energi bersih, insinyur, pemimpin komunitas, serta pembuat kebijakan yang bekerja bersama kami setiap hari," tutur Nakagawa.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya