Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Microsoft Capai Target 100 Persen Energi Terbarukan

Kompas.com, 19 Februari 2026, 20:09 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Microsoft disebut sudah memenuhi 100 persen konsumsi listrik global tahunannya dengan energi terbarukan. 

“Ini adalah langkah penting dalam perjalanan kami menuju netralitas karbon. Listrik merupakan sumber emisi utama bagi Microsoft dan bagi banyak organisasi," kata Kepala Bagian Keberlanjutan Microsoft, Melanie Nakagawa, dilansir dari ESG Today, Kamis (19/2/2026).

Baca juga:

"Pengalaman Microsoft dalam membangun portofolio energi bersih telah menjadi pendorong penting dalam memicu permintaan komersial terhadap infrastruktur dan inovasi di seluruh sektor ketenagakerjaan/kelistrikan," tambah dia.

Microsoft capai target 100 persen energi terbarukan

Target energi bersih merupakan bagian dari rangkaian sasaran yang ditetapkan Microsoft pada tahun 2020. Salah satunya komitmen untuk menggunakan 100 persen energi terbarukan di seluruh gedung dan pusat datanya secara global pada tahun 2025.

Selain itu, terdapat juga target ambisius untuk menjadi karbon negatif pada tahun 2030, yang mana perusahaan teknologi tersebut akan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dikeluarkan.

Tak hanya itu, Microsoft juga menetapkan target untuk menghapus seluruh jejak karbon yang pernah dihasilkan perusahaan sejak berdiri pada tahun 2050.

Pada tahun 2021, Microsoft menambah visi 100/100/0, yang berkomitmen agar 100 persen konsumsi listriknya, setiap saat dipenuhi oleh sumber energi nol karbon.

Baca juga:

Kesepakatan energi bersih Microsoft

Ilustrasi Microsoft Gaming Copilot. Microsoft resmi memenuhi 100 persen konsumsi listrik global tahunannya dengan energi terbarukan. Target ini jadi langkah menuju karbon negatif.Microsoft Ilustrasi Microsoft Gaming Copilot. Microsoft resmi memenuhi 100 persen konsumsi listrik global tahunannya dengan energi terbarukan. Target ini jadi langkah menuju karbon negatif.

Sejak merilis targetnya pada tahun 2020, Microsoft telah mengumumkan beberapa kesepakatan energi bersih besar di seluruh dunia.

Salah satunya adalah perjanjian kerja sama multitahun dengan Brookfield untuk membangun lebih dari 10,5 gigawatt kapasitas energi terbarukan baru di Amerika Serikat dan Eropa.

Kesepakatan ini tercatat sebagai pengadaan energi terbarukan oleh perusahaan yang terbesar dalam sejarah.

Microsoft juga telah muncul sebagai pembeli korporat terbesar untuk kredit penghapusan karbon dengan selisih yang sangat jauh dibandingkan perusahaan lain.

Baru-baru ini Microsoft juga mengungkapkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak untuk menghapus rekor 45 juta metrik ton karbon dioksida pada tahun 2025.

Hingga saat ini, menurut Nakagawa, Microsoft telah membangun salah satu portofolio energi bersih terbesar di dunia, yang tersebar di 26 negara dan mendukung 40 gigawatt kapasitas kontrak, dengan lebih dari 400 kontrak yang melibatkan lebih dari 95 perusahaan listrik dan pengembang.

"Semua ini tidak terjadi sendirian. Pencapaian tonggak sejarah ini dimungkinkan berkat bantuan para profesional di perusahaan listrik, pengembang energi bersih, insinyur, pemimpin komunitas, serta pembuat kebijakan yang bekerja bersama kami setiap hari," tutur Nakagawa.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
Pemerintah
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Pemerintah
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
Pemerintah
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
LSM/Figur
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
LSM/Figur
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan 'Skill Editing' Dihargai Rp 0
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan "Skill Editing" Dihargai Rp 0
Pemerintah
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Swasta
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Pemerintah
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
LSM/Figur
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Pemerintah
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Swasta
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau