Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korea Selatan Uji Coba Proyek Pembalut Gratis

Kompas.com, 13 Maret 2026, 16:11 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan akan meluncurkan proyek percontohan pembalut gratis.

Produk tersebut akan disediakan di fasilitas-fasilitas umum agar semua perempuan bisa mendapatkan produk menstruasi tersebut.

Baca juga:

Proyek pembalut gratis di Korea Selatan

Inisiatif ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Kementerian tersebut mengusulkan rencana ini dalam rapat kabinet yang diadakan di Cheong Wa Dae pada Selasa (10/3/2026).

Saat ini sudah ada program dukungan dengan pemberian voucer bulanan sekitar Rp 165.000 kepada sebagian penduduk berpenghasilan rendah berusia sembilan hingga 24 tahun, dilansir dari Korea Times, Jumat (13/3/2026).

Namun, saat ini pemerintah berinisiatif untuk menambahkan program dengan memasang mesin penyedia pembalut di tempat umum yang dapat digunakan oleh siapa saja.

"Kementerian akan memilih 10 wilayah untuk program percontohan ini, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah penduduk dan kondisi proyek yang sudah ada," ujar Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga, Won Min-kyung.

Baca juga:

Akses pembalut di tempat umum di Korea

Pemerintah Korea Selatan resmi memulai proyek percontohan pembalut gratis di tempat umum untuk atasi kemiskinan menstruasi. Pemerintah Korea Selatan resmi memulai proyek percontohan pembalut gratis di tempat umum untuk atasi kemiskinan menstruasi.

Pembalut akan disediakan di fasilitas umum, seperti pusat layanan masyarakat, pusat kesehatan masyarakat, dan pusat keluarga.

Sementara itu, pembalut juga akan didistribusikan di daerah pedesaan dan pertanian, serta di wilayah nelayan. Pembalut juga akan dipasok ke lokasi-lokasi seperti balai desa untuk mempermudah akses bagi warga.

Kementerian berencana menjalankan program ini dengan anggaran sekitar Rp 35,4 miliar yang didanai oleh pemerintah pusat.

Berdasarkan analisis hasil uji coba tersebut, pemerintah baru akan mengalokasikan anggaran pemerintah daerah untuk menjalankan program ini secara penuh di seluruh wilayah tahun depan.

"Mengingat betapa penting dan besarnya dampak dari inisiatif pertama pemerintah dalam menyediakan pembalut gratis ini, koordinasi erat antara Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan serta Badan Pengadaan Publik sangat diperlukan. Hal ini untuk memastikan keamanan produk serta menangani pemilihan pemasok dan prosedur kontrak dengan benar," ujar Won.

Ia juga meminta Kementerian Pendidikan untuk menyediakan pembalut di sekolah agar siswa dapat mengaksesnya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
Pemerintah
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Pemerintah
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
Pemerintah
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
LSM/Figur
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
LSM/Figur
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan 'Skill Editing' Dihargai Rp 0
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan "Skill Editing" Dihargai Rp 0
Pemerintah
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Swasta
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Pemerintah
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
LSM/Figur
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Pemerintah
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Swasta
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau