Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...

Kompas.com, 1 April 2026, 18:02 WIB
Muhammad Isa Bustomi

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Di kota yang bergerak tanpa jeda, waktu perlahan berubah menjadi sesuatu yang mahal.

Di antara padatnya aktivitas, antrean panjang tak lagi sekadar rutinitas, melainkan beban yang ingin dihindari.

Dari celah itulah, jasa joki antre muncul, menawarkan jalan pintas di tengah keterbatasan waktu, sekaligus menjadi cermin perubahan gaya hidup masyarakat urban.

Antrean yang menyita waktu

Pendiri Antriin.id, Elan Setiawan, melihat langsung bagaimana antrean bisa menghabiskan waktu berjam-jam.

Baca juga: Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?

"Itu bisa memakan waktu 2 jam atau 3 jam. Misalkan (antre) di rumah sakit, atau di makanan viral," kata Elan, saat berbincang dengan Kompas.com di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).

Berangkat dari pengalaman itu, ia mencoba menghadirkan solusi.

Sebuah aplikasi yang mempertemukan orang yang tidak punya waktu dengan mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

"misalkan uang tambahan di waktu luang dia dengan customer yang tidak banyak waktu untuk dihabiskan di sebuah antrean," ujarnya.

Solusi praktis di era digital

Sejak diperkenalkan pada Agustus 2025, Antriin.id berkembang dengan pendekatan sederhana yakni menggantikan kehadiran fisik dalam antrean.

Baca juga: Cegah Pungli dan Joki Jalanan di Jalur Puncak, Polisi Rekrut Warga Lokal Jadi Supeltas

Layanannya pun beragam, mulai dari antre makanan viral hingga pendampingan di rumah sakit.

"Antriin fisik itu lebih fleksibel, bisa ke makanan, ke rumah sakit, ke tempat viral... ke penukaran tiket, konser," kata Elan.

Sementara layanan caregiver difokuskan untuk kebutuhan medis.

"Kalau yang caregiver ini lebih ke rumah sakit nih khusus, mitra akan mendampingi dan menemani dari pendaftaran hingga penebusan obat," ujarnya.

Antara kebutuhan dan gaya hidup

Bagi sebagian orang, jasa ini terasa seperti jawaban instan.

Linda (25), misalnya, memilih menggunakan jasa antre demi mendapatkan produk viral tanpa harus berdiri lama.

Baca juga: Soal Joki Strava, Warga: Ngapain Bayar Orang Cuma demi Keliahatan Keren...

Halaman:


Terkini Lainnya
Potongan Tubuh Korban Mutilasi dalam Freezer di Bekasi Dibuang ke 2 Titik di Bogor
Potongan Tubuh Korban Mutilasi dalam Freezer di Bekasi Dibuang ke 2 Titik di Bogor
Megapolitan
Pedagang Ketoprak Dibacok di Cengkareng, Warga Duga Dipicu Masalah Asmara
Pedagang Ketoprak Dibacok di Cengkareng, Warga Duga Dipicu Masalah Asmara
Megapolitan
Harga Plastik Naik, Tukang Nasi Goreng dan Pecel Lele Resah
Harga Plastik Naik, Tukang Nasi Goreng dan Pecel Lele Resah
Megapolitan
Barang Korban Mutilasi dalam Freezer di Bekasi Turut Dicuri Rekan Kerja, Penadah Ditangkap
Barang Korban Mutilasi dalam Freezer di Bekasi Turut Dicuri Rekan Kerja, Penadah Ditangkap
Megapolitan
Kawal Kasus Andrie Yunus, 12 Orang Terima Ancaman di Medsos dan Diganggu Telepon Misterius
Kawal Kasus Andrie Yunus, 12 Orang Terima Ancaman di Medsos dan Diganggu Telepon Misterius
Megapolitan
Hindari Gerobak, Pemotor Wanita di Bekasi Tewas Terlindas Truk Trailer
Hindari Gerobak, Pemotor Wanita di Bekasi Tewas Terlindas Truk Trailer
Megapolitan
Di Balik Kasus Andrie Yunus, Teror Mengintai Tim Kuasa Hukum
Di Balik Kasus Andrie Yunus, Teror Mengintai Tim Kuasa Hukum
Megapolitan
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Richard Lee ke Kejati Banten
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Richard Lee ke Kejati Banten
Megapolitan
Progres Kasus Penyiraman Andrie Yunus di Puspom TNI Sudah 80 Persen
Progres Kasus Penyiraman Andrie Yunus di Puspom TNI Sudah 80 Persen
Megapolitan
Sampah di Komplek UKA Meluber hingga Tutupi Setengah Jalan
Sampah di Komplek UKA Meluber hingga Tutupi Setengah Jalan
Megapolitan
Ganjil Genap Jakarta Dihapus Sementara Pada 3 April, Semua Kendaraan Bebas Melintas
Ganjil Genap Jakarta Dihapus Sementara Pada 3 April, Semua Kendaraan Bebas Melintas
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Kebakaran, Kerugian Capai Rp 3,5 Miliar
Bengkel di Pamulang Kebakaran, Kerugian Capai Rp 3,5 Miliar
Megapolitan
WFH 1 Hari Sepekan Juga Diberlakukan di Jakarta, Kenapa Dipilih Hari Jumat?
WFH 1 Hari Sepekan Juga Diberlakukan di Jakarta, Kenapa Dipilih Hari Jumat?
Megapolitan
Digugat Purnawirawan TNI, Polda Metro Jaya Belum Terima Surat Panggilan Sidang Pertama
Digugat Purnawirawan TNI, Polda Metro Jaya Belum Terima Surat Panggilan Sidang Pertama
Megapolitan
Komnas HAM Minta Keterangan 7 Petinggi TNI Soal Penyiraman Andrie Yunus, Apa Saja yang Digali?
Komnas HAM Minta Keterangan 7 Petinggi TNI Soal Penyiraman Andrie Yunus, Apa Saja yang Digali?
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat