Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Di kota yang bergerak tanpa jeda, waktu perlahan berubah menjadi sesuatu yang mahal.
Di antara padatnya aktivitas, antrean panjang tak lagi sekadar rutinitas, melainkan beban yang ingin dihindari.
Dari celah itulah, jasa joki antre muncul, menawarkan jalan pintas di tengah keterbatasan waktu, sekaligus menjadi cermin perubahan gaya hidup masyarakat urban.
Pendiri Antriin.id, Elan Setiawan, melihat langsung bagaimana antrean bisa menghabiskan waktu berjam-jam.
Baca juga: Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
"Itu bisa memakan waktu 2 jam atau 3 jam. Misalkan (antre) di rumah sakit, atau di makanan viral," kata Elan, saat berbincang dengan Kompas.com di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).
Berangkat dari pengalaman itu, ia mencoba menghadirkan solusi.
Sebuah aplikasi yang mempertemukan orang yang tidak punya waktu dengan mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.
"misalkan uang tambahan di waktu luang dia dengan customer yang tidak banyak waktu untuk dihabiskan di sebuah antrean," ujarnya.
Sejak diperkenalkan pada Agustus 2025, Antriin.id berkembang dengan pendekatan sederhana yakni menggantikan kehadiran fisik dalam antrean.
Baca juga: Cegah Pungli dan Joki Jalanan di Jalur Puncak, Polisi Rekrut Warga Lokal Jadi Supeltas
Layanannya pun beragam, mulai dari antre makanan viral hingga pendampingan di rumah sakit.
"Antriin fisik itu lebih fleksibel, bisa ke makanan, ke rumah sakit, ke tempat viral... ke penukaran tiket, konser," kata Elan.
Sementara layanan caregiver difokuskan untuk kebutuhan medis.
"Kalau yang caregiver ini lebih ke rumah sakit nih khusus, mitra akan mendampingi dan menemani dari pendaftaran hingga penebusan obat," ujarnya.
Bagi sebagian orang, jasa ini terasa seperti jawaban instan.
Linda (25), misalnya, memilih menggunakan jasa antre demi mendapatkan produk viral tanpa harus berdiri lama.
Baca juga: Soal Joki Strava, Warga: Ngapain Bayar Orang Cuma demi Keliahatan Keren...