Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkot Jaksel Bakal Tindak Pembongkar Trotoar di Pondok Indah yang Diganti Hebel

Kompas.com, 31 Maret 2026, 21:06 WIB
Muhammad Isa Bustomi

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bakal menindak pembongkar trotoar di kawasan Pondok Indah yang dilakukan tanpa izin, sekaligus penggantian material dari paving block atau konblok ke bata ringan (hebel).

“Nanti, saya segera untuk tindak lanjut,” ujar Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murtadho saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

Ali menegaskan setiap pekerjaan infrastruktur harus mengikuti standar teknis yang berlaku dan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Baca juga: Bukan Konblok, Trotoar di Pondok Indah yang Dibongkar Diganti Hebel

“Tentunya (konblok pada trotoar itu) ada spek standar dan teknis sesuai ketentuan ya,” kata dia.

Ia menambahkan akan berkoordinasi dengan unit kerja perangkat daerah (UKPD) teknis, khususnya Sudin Bina Marga, serta pihak pemilik lahan terkait.

Trotoar sebelumnya disorot

Sebelumnya, paving block atau konblok trotoar di Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama menjadi diganti dengan hebel setelah sebelumnya dibongkar tanpa izin.

Pantauan Kompas.com di lokasi, kondisi trotoar terlihat baru saja dipasang dengan konblok yang tidak seragam arah pemasangannya.

Baca juga: DPRD Minta Pemprov DKI Tindak Pembongkar Trotoar di Pondok Indah

Sebagian blok dipasang memanjang, sementara sebagian lainnya melintang, sehingga pola trotoar terlihat tidak rapi dan berbeda arah.

Selain itu, ukuran blok yang digunakan terlihat cukup besar dan tebal, menyerupai bata ringan (hebel), bukan seperti paving block pada umumnya.

Permukaannya juga tampak datar dengan sambungan yang cukup lebar di beberapa bagian.

Di sisi kiri trotoar terlihat pagar seng dan sebuah balok kayu panjang yang diletakkan di atas trotoar.

Beberapa blok juga tampak tidak rata dan sedikit terangkat, menimbulkan kesan pemasangan yang kurang presisi.

Baca juga: Terungkap, Trotoar di Pondok Indah Dibongkar untuk Akses Hotel

Camat Kebayoran Lama, Mustofa, membenarkan penggunaan hebel tersebut. Menurut dia, material lama diganti karena rusak saat pembongkaran.

“Material yang digunakan untuk pengganti paving yang dibongkar adalah dengan hebel,” jelas Mustofa.

Meski berbeda material, trotoar tetap dapat digunakan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Megapolitan
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Megapolitan
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Megapolitan
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Pemkot Jaksel Bakal Tindak Pembongkar Trotoar di Pondok Indah yang Diganti Hebel
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat