Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bakal menindak pembongkar trotoar di kawasan Pondok Indah yang dilakukan tanpa izin, sekaligus penggantian material dari paving block atau konblok ke bata ringan (hebel).
“Nanti, saya segera untuk tindak lanjut,” ujar Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murtadho saat dihubungi Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Ali menegaskan setiap pekerjaan infrastruktur harus mengikuti standar teknis yang berlaku dan tidak boleh dilakukan sembarangan.
Baca juga: Bukan Konblok, Trotoar di Pondok Indah yang Dibongkar Diganti Hebel
“Tentunya (konblok pada trotoar itu) ada spek standar dan teknis sesuai ketentuan ya,” kata dia.
Ia menambahkan akan berkoordinasi dengan unit kerja perangkat daerah (UKPD) teknis, khususnya Sudin Bina Marga, serta pihak pemilik lahan terkait.
Sebelumnya, paving block atau konblok trotoar di Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama menjadi diganti dengan hebel setelah sebelumnya dibongkar tanpa izin.
Pantauan Kompas.com di lokasi, kondisi trotoar terlihat baru saja dipasang dengan konblok yang tidak seragam arah pemasangannya.
Baca juga: DPRD Minta Pemprov DKI Tindak Pembongkar Trotoar di Pondok Indah
Sebagian blok dipasang memanjang, sementara sebagian lainnya melintang, sehingga pola trotoar terlihat tidak rapi dan berbeda arah.
Selain itu, ukuran blok yang digunakan terlihat cukup besar dan tebal, menyerupai bata ringan (hebel), bukan seperti paving block pada umumnya.
Permukaannya juga tampak datar dengan sambungan yang cukup lebar di beberapa bagian.
Di sisi kiri trotoar terlihat pagar seng dan sebuah balok kayu panjang yang diletakkan di atas trotoar.
Beberapa blok juga tampak tidak rata dan sedikit terangkat, menimbulkan kesan pemasangan yang kurang presisi.
Baca juga: Terungkap, Trotoar di Pondok Indah Dibongkar untuk Akses Hotel
Camat Kebayoran Lama, Mustofa, membenarkan penggunaan hebel tersebut. Menurut dia, material lama diganti karena rusak saat pembongkaran.
“Material yang digunakan untuk pengganti paving yang dibongkar adalah dengan hebel,” jelas Mustofa.
Meski berbeda material, trotoar tetap dapat digunakan.