JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE mengembangkan bisnis di luar sektor kelistrikan (beyond electricity) dengan memanfaatkan panas bumi menjadi pupuk yang ramah lingkungan.
PGE melakukan inovasi dengan menghasilkan pupuk yang dibuat dari endapan panas bumi, yakni pupuk booster Katrili.
Penyemprotan pupuk ini pun telah dilakukan pada tanaman padi di kawasan Lao-Lao Geothermal Park, Tomohon, Sulawesi Utara, pada 6 Desember 2025.
Direktur Utama PGE Julfi Hadi mengatakan, manfaat energi panas bumi tidak hanya terbatas pada penyediaan listrik sebagai energi bersih, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai sektor lain, termasuk pertanian.
"Pemanfaatan pupuk booster Katrili merupakan bukti konkret bahwa energi panas bumi dapat berkontribusi tidak hanya pada upaya swasembada energi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/1/2025).
Baca juga: Dirut PGE: Indonesia Berpotensi Jadi Raksasa Energi Hijau Dunia
General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono menjelaskan, pupuk booster Katrili memanfaatkan silika yang dihasilkan dari proses panas bumi.
Silika ini tidak hanya menyuburkan tanah, tetapi juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama.
Maka inovasi tersebut diyakni menjadi solusi untuk menciptakan nilai tambah sektor pertanian, sekaligus memperkuat keberlanjutan produksi energi.
"Kami optimistis langkah ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional dan pengembangan pertanian lokal," kata Novi.
Pupuk booster katrili merupakan inovasi hasil pengembangan yang dilakukan PGE Area Lahendong bersama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca juga: Pada ISF 2024, PGE Kenalkan Paradigma Baru Pengembangan Energi Panas Bumi
Endapan silika dari fluida panas bumi diolah menggunakan teknologi nano bersama kitosan, menghasilkan pupuk cair yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Kolaborasi ini bertujuan membantu petani sekitar wilayah operasional PGE, memberikan solusi atas tantangan kelangkaan pupuk di Sulawesi Utara.
Selain melakukan pengembangan pupuk, PGE Area Lahendong juga membuka peluang kerja sama baru dari inovasi produk sampingan panas bumi.
Salah satunya, melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Gunung Hijau Masarang untuk pengolahan gula aren menggunakan fluida panas bumi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang