Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen pupuk di Tanah Air mengharapkan adanya investasi dari Uni Negara-negara Ekonomi Eurasia atau Eurasian Economic Union (EAEU) dan Blok Ekonomi Amerika Latin (Mercosur) guna meningkatkan produksi industri sarana pertanian tersebut di dalam negeri.
Direktur Utama PT Delta Giri Wacana Tbk (DGW Group) David Yaory dalam keterangannya di Jakarta, Rabu mengatakan investasi tersebut terutama investasi strategis, seperti pengembangan pupuk urea, karena Indonesia kaya akan sumber gas alam dan batu bara yang dapat dikolaborasikan.
"Perusahaan tentu membutuhkan investasi," katanya saat menerima kunjungan Kementerian Luar Negeri bersama dengan negara-negara anggota EAEU dan Mercosur ke fasilitas produksi pupuk PT Fertilizer Inti Technology (FIT), anak usaha DGW Group di Kawasan Industri JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur, 11 Februari 2025, dikutip dari Antara, Jumat (14/2/2025).
Baca juga: Petani Cukup Bawa KTP untuk Beli Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi pupuk cair.Menurut dia, peran negara-negara tersebut bagi rantai pasok industri pupuk nasional sangat penting karena untuk bahan baku pupuk NPK, (unsur) K-nya yaitu MOP-nya, hanya tiga negara yang mendominasi pasar internasional yaitu Rusia, Belarusia dan Kanada.
"Tentunya sangat terbatas suplainya sehingga hubungan baik itu tentunya sangat penting untuk dijaga ke depannya terutama saat ini Indonesia bergantung pada suplai dari Belarusia dan Laos" katanya.
David mengharapkan rencana kerja sama dengan Negara Ekonomi Eurasia dan Amerika Latin ke depannya dapat saling mengisi antara Indonesia dan negara-negara tersebut.
"Tidak hanya jadi importir, kerja sama ini berpeluang untuk menjadikan kita eksportir," katanya.
Baca juga: Mimpi 30 Tahun Terwujud, Pabrik Soda Ash Pupuk Kaltim Siap Kurangi Ketergantungan Impor
Saat ini, tambahnya, pihaknya memproduksi bahan mentah untuk pestisida yang konsumsinya luar biasa besarnya di negara-negara Amerika Selatan dan Euroasia, jadi sangat penting untuk membangun jaringan di negara-negara tersebut.