Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baru 4 Bulan Menjabat, Edi Slamet Irianto Dicopot dari Jabatan Direktur Bisnis Agrinas

Kompas.com, 2 Juli 2025, 19:24 WIB
Yohana Artha Uly,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memberhentikan Edi Slamet Irianto dari jabatannya sebagai Direktur Bisnis & Pengembangan Industri terhitung mulai 1 Juli 2025.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Edi. Dia mengaku mengetahui pemberhentiannya beberapa jam usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) melalui pertemuan virtual via Zoom.

"Benar bahwa saya telah diberhentikan dari jabatan sebagai Direktur Bisnis dan Pengembangan Industri PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)," ujar Edi dalam keterangannya, Rabu (2/7/2025).

Baca juga: Belum Sebulan Menjabat, Dirjen Migas Achmad Muchtasyar Dicopot Bahlil

Ia menjelaskan, pertemuan via Zoom itu diikuti dirinya bersama Asisten Deputi Industri Perkebunan Kementerian BUMN Faturahman.

Surat terkait pencopotan dirinya dari jabatan Direktur Bisnis & Pengembangan Industri Agrinas pun ditandatangani oleh Dirut Holding Operasional Danantara Dony Oskaria, yang sekaligus Wakil Menteri BUMN.

"Pemberhentian ini saya terima beberapa jam setelah RUPS melalui Zoom meeting dengan Bapak Faturahman, Asdep Industri Perkebunan TMT (terhitung mulai tanggal) 1 Juli 2025. Surat Pemberhentian ditandatangani oleh Dirut Holding Operasional Danantara Dony Oskaria," ungkapnya.

Edi mengatakan, pengangkatan dan pemberhentian direksi BUMN memang merupakan hak prerogatif pimpinan, meski dirinya menilai hal tersebut tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

Seperti mengenai ketentuan dari Kepala Danantara bahwa tidak diperkenankan melakukan perombakan atau penggantian manajemen BUMN.

"Hal ini saya nilai tidak berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Contoh Kepala BPI Danantara melalui surat Nomor : S-049/DI-BP/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025, tidak diperkenankan utk melakukan perombakan atau penggantian manajemen BUMN," kata dia.

Baca juga: Dapat Suntikan Lahan dan Modal, Agrinas Menuju Dominasi Sawit Indonesia?

Edi pun turut menyampaikan terima kasih kepada para jajaran direksi dan komisaris Agrinas atas kerjasamanya selama ini, sekaligus meminta maaf atas kesalahan yang mungkin dilakukan selama menjadi bagian dari manajemen perusahaan.

Ia berharap pula untuk Agrinas bisa mendukung tercapainya swasembada energi dan mendukung ketahanan pangan.

"Semoga harapan besar Presiden kepada PT Agrinas Palma Nusantara untuk mewujudkan Swasembada Energy dan mendukung ketahanan pangan melalui produksi minyak goreng dan protein hewani dapat terwujud di tahun 2028," ucap Edi.

Adapun Edi diangkat menjadi Direktur Bisnis & Pengembangan Industri Agrinas pada 13 Maret 2025, bersamaan dengan jajaran direksi lainnya seiring transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan.

Itu berarti Edi mengakhiri jabatannya sebagai Direktur Bisnis & Pengembangan Industri Agrinas setelah sekitar empat bulan mengisi posisi tersebut.

Agrinas sendiri merupakan BUMN hasil transformasi dari Indra Karya, perusahaan yang bergerak di bidang konsultan konstruksi. Kini bisnis Agrinas mencakup bidang perkebunan kelapa sawit sekaligus konsultan konstruksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau