Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Tetap Bisa Tangkap Potensi Ekspor ke AS Meski Ada Tarif

Kompas.com, 18 Juli 2025, 17:36 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif impor sebesar 19 persen untuk Indonesia dari sebelumnya 32 persen.

Meski sejumlah pihak khawatir tarif impor Trump bisa menjadi tantangan bagi ekspor Indonesia ke AS, namun sebenarnya Indonesia tetap bisa menangkap potensi ekspor ke Negeri Paman Sam.

Sebab, tarif impor yang ditetapkan Trump untuk Indonesia dapat dikatakan rendah di antara negara-negara berkembang lainnya. Sebagai contoh, Vietnam yang telah lebih dahulu melakukan negosiasi dagang dengan AS memperoleh tarif impor 20 persen.

Baca juga: Serikat Buruh soal Tarif Impor: Pabrik Kecil Kalah Saing, PHK Massal Berpotensi Terjadi

Donald Trump didiagnosis mengalami chronic venous insufficiency, kondisi serius yang lebih dari sekadar varises dan bisa menyebabkan luka hingga infeksi jika tidak ditangani.WIKIMEDIA COMMONS/PRESIDENT DONALD J. TRUMP Donald Trump didiagnosis mengalami chronic venous insufficiency, kondisi serius yang lebih dari sekadar varises dan bisa menyebabkan luka hingga infeksi jika tidak ditangani.

"Amerika Serikat lagi cari suppliers lain. Ini bisa jadi peluang untuk negara-negara yang tarifnya lebih rendah," kata Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk David Sumual dalam Editor Gathering Bank Indonesia (BI), Jumat (18/7/2025).

David menjelaskan, setiap produk yang diekspor ke AS bisa berbeda-beda perhitungan tarifnya. Jika tarif untuk komoditas ekspor Indonesia bisa lebih rendah, maka ini bisa menjadi alternatif perdagangan bagi Indonesia.

Apalagi, Indonesia selalu mencatatkan surplus perdagangan dengan AS.

"Kita selalu surplus dengan Amerika Serikat dan ini peluang untuk menaikkan pangsa pasar kita di sana," terang David.

Baca juga: RI-AS Segera Rilis Joint Statement, Tarif Turun hingga Boeing Dibeli

Selain itu, Indonesia juga bisa memanfaatkan pasar Uni Eropa sebagai alternatif tujuan ekspor penting selain AS. Ini lantaran perjanjian perdagangan IEU-CEPA sudah disepakati.

"Kita juga ada alternatif dengan Uni Eropa, ini bisa menjadi alternatif pasar untuk kita," ucap David.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau