Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Gali Potensi Pasar Modal lewat Kerja Sama dengan Hong Kong

Kompas.com, 11 September 2025, 13:53 WIB
Aprillia Ika

Penulis

HONG KONG, KOMPAS.com - Indonesia Financial Group (IFG) memperdalam kerja sama strategis dengan Financial Services Development Council (FSDC) Hong Kong untuk meningkatkan kapasitas dan riset di sektor keuangan, termasuk pasar modal.

Penandatanganan MOU ini difokuskan pada transfer pengetahuan terkait insurance, asset liability matching, syariah financing, green investment, dan pengembangan pasar modal.

“Sebenarnya ini pertama kali untuk Belt and Road Summit, tapi kita sudah dengan FSDC sejak pertengahan tahun lalu memiliki program bersama. Jadi manfaatnya langsung terlihat lewat MOU ini, sebagai bagian dari peningkatan capacity building dan research di bidang financial sector,” ujar Dr. Ibrahim Kholilul Rohman, Head IFG Progress, kepada Kompas.com, di sela acara Belt and Road Summit 2025, Hong Kong, Kamis (11/9/2025).

Baca juga: IFG: Pasar Modal Indonesia Tumbuh 5,12 Persen di Tengah Ketidakpastian Global

Dr. Ibrahim Kholilul Rohman, Head IFG Progress, menyampaikan perkembangan pasar modal Indonesia di Belt and Road Summit 2025, Hong Kong.

DOK. HKTDC Dr. Ibrahim Kholilul Rohman, Head IFG Progress, menyampaikan perkembangan pasar modal Indonesia di Belt and Road Summit 2025, Hong Kong.
Dr. Ibrahim menilai peluang integrasi pasar modal Indonesia dengan negara-negara Belt and Road cukup besar.

“Kalau dengan Hong Kong, sejak 2023 kita menjadi recognized capital market. Artinya perusahaan Indonesia bisa melakukan double listing dan secondary market dari issuance mereka. Ini memberikan akses ke liquidity yang lebih besar, tidak hanya di Indonesia tapi juga di Hong Kong,” lanjutnya.

Ia menambahkan, segmen retail investor di Indonesia kini tumbuh pesat, mencapai 28 persen dari total aset under management.

Baca juga: Proyek IKN dan Whoosh Jadi Contoh Transformasi Digital dan Infrastruktur RI di Belt and Road Summit

“Ini menandakan masyarakat mulai mendiversifikasikan aset mereka tidak cuma di tabungan atau deposito, tapi juga mutual funds dan pasar modal,” lanjut Dr. Ibrahim.

Pengembangan instrumen pasar modal juga sedang digarap, seperti indeks ETF dan property-based instruments, yang bisa menjadi alternatif pendanaan bagi sektor riil.

“Kalau memungkinkan ada injection liquidity dari luar negeri, misalnya Hong Kong dengan excess liquidity dari mainland, ini merupakan peluang yang harus digali,” pungkas Dr. Ibrahim.

Baca juga: Indonesia Sebut IKN dan Whoosh sebagai Pendorong Lapangan Kerja dan PDB di Ajang Belt and Road Summit 2025

Daya tarik pasar modal RI

Pasar modal Indonesia mencatat pertumbuhan 5,12 persen meski ketidakpastian ekonomi global masih berlangsung.

Dr. Ibrahim Kholilul Rohman, Head Indonesia Financial Group (IFG) Progress, menyebut pertumbuhan ini juga didukung rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 12 persen selama satu dekade terakhir dan semakin besarnya peran investor ritel, yang kini menguasai 28 persen dari total aset pasar modal.

Menurut Dr. Ibrahim, keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan ramah investor dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), infrastruktur yang berkembang, dan kolaborasi lama Indonesia–China di sektor transportasi.

“Indonesia tetap menjadi destinasi kolaborasi menarik bagi investor, termasuk dari Hong Kong dan China, karena populasi berpendapatan menengah meningkat dan literasi pasar modal terus berkembang,” ujarnya di Belt and Road Summit 2025, Hong Kong, Kamis (11/9/2025).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau