Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama promotor balap internasional Dorna Sports menghadirkan inisiatif #IndonesianGP Go To Schools.
Program ini menyasar lebih dari 400 siswa dari dua lembaga pendidikan di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yakni SD Negeri Ngolang dan Pondok Pesantren Nurul Ijtihad NU Lenser.
Sejumlah pembalap dari kelas Moto2 dan Moto3, seperti Manuel Gonzalez, Alonso Lopez, Jake Dixon, Tony Arbolino, dan pembalap Indonesia Mario Aji hadir ke sekolah, untuk sesi interaktif bertema keselamatan berkendara dan motivasi belajar.
Baca juga: Jadi Pelengkap Wisata Labuan Bajo, Ini Jurus ITDC Gaet Turis Berkunjung ke Golo Mori
“Tujuannya bukan hanya memperkenalkan dunia MotoGP, tetapi juga menanamkan kesadaran keselamatan berkendara sejak dini, memperkuat kualitas SDM, serta menginspirasi generasi muda untuk bermimpi besar,” ujar Chairman MotoGP 2025, Troy Warokka, dalam keterangannya, dikutip pada Senin (6/10/2025).
Setelah itu, diadakan Paddock Tour yang diikuti oleh 200 siswa, serta program Students Go to Circuit dengan 1.000 pelajar SMA/SMK dari berbagai sekolah di Lombok Tengah.
Program ini membawa narasi pembangunan yang tak lagi semata infrastruktur, melainkan investasi pada sumber daya manusia (SDM), pendekatan dalam strategi pengembangan kawasan pariwisata super prioritas seperti The Mandalika.
Dalam konteks ekonomi, program semacam ini tidak lantas memberikan kontribusi langsung dalam bentuk uang atau peningkatan pendapatan.
Baca juga: ITDC dan Jasaraharja Putera Teken Kontrak Asuransi Aset Sirkuit Mandalika
Namun demikian, investasi non-finansial ini menjadi jembatan yang memperpendek jarak sosial antara masyarakat lokal dan dunia yang lebih besar.
Dalam jangka panjang, ini bisa berarti peningkatan kapabilitas lokal, ketertarikan terhadap sektor otomotif, hingga munculnya mimpi-mimpi baru yang lebih besar dari sekadar menjadi penonton.
Bagi Mario Aji, pembalap Indonesia di kelas Moto2, interaksi semacam ini juga personal. Ia menyebut program ini sebagai medium untuk membagikan pengalaman hidup.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman dengan para santri di sini, semoga bisa menginspirasi mereka untuk berani bermimpi dan mengejarnya,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang