Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HSBC Siapkan Rp 18 Triliun untuk Hadapi Gugatan Warisan Skandal Madoff

Kompas.com, 27 Oktober 2025, 08:22 WIB
Teuku Muhammad Valdy Arief

Editor

KOMPAS.com-HSBC akan menanggung beban hukum besar usai pengadilan di Luksemburg memutuskan gugatan terkait skandal investasi Bernard Madoff.

Dilaporkan CNBC, bank asal Inggris itu mencatat penyisihan senilai 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp18,25 triliun dalam laporan keuangan kuartal ketiga 2025.

Kasus ini berawal dari gugatan SPC Herald Fund terhadap unit HSBC di Luksemburg sejak 2009.

Herald menuntut pengembalian aset sekuritas dan dana tunai yang hilang akibat investasi di perusahaan Madoff.

Pengadilan menolak banding HSBC atas klaim sekuritas Herald, tetapi menerima banding untuk klaim uang tunai.

HSBC akan mengajukan banding kedua ke Pengadilan Banding Luksemburg.

Jika gagal lagi, bank itu berencana mengajukan keberatan atas jumlah kompensasi yang ditetapkan pada tahap berikutnya.

Baca juga: Ekonom HSBC soal Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Percayai

Warisan Skandal Madoff

Bernard Madoff dikenal sebagai pelaku penipuan investasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Ia menjalankan skema investasi palsu yang menipu lebih dari 40.000 investor di 125 negara dengan total kerugian mencapai 65 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.078 triliun.

Madoff mengaku bersalah pada 2009 atas kejahatan yang ia jalankan sejak awal 1970-an. Ia dijatuhi hukuman 150 tahun penjara dan meninggal pada 2021.

Korbannya meliputi sutradara Steven Spielberg, aktor Kevin Bacon, dan ribuan investor kecil di berbagai negara.

Dalam laporan keuangan semester pertama 2025, HSBC menyebut Herald menuntut ganti rugi senilai 2,5 miliar dollar AS (Rp41,48 triliun) plus bunga, atau alternatif ganti rugi total 5,6 miliar dollar AS (Rp92,93 triliun) dengan bunga tambahan.

HSBC, bank terbesar di Eropa, mengakui sejumlah unit non-AS miliknya menyediakan layanan kustodian dan administrasi untuk dana investasi yang asetnya dikelola oleh Bernard Madoff Investment Securities.

Baca juga: Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Dampak terhadap Rasio Keuangan

Penyisihan 1,1 miliar dollar AS akan menekan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) HSBC sekitar 15 basis poin. CET1 mengukur kekuatan modal bank dan menunjukkan kemampuan bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Konsensus analis per 17 Oktober memperkirakan rasio CET1 HSBC pada kuartal ketiga mencapai 12,89 persen, naik dari 12,82 persen pada kuartal sebelumnya.

HSBC menyatakan dampak keuangan akhir dari perkara ini masih bisa berubah, tergantung hasil banding yang sedang berjalan.

Restrukturisasi Besar

Kasus hukum ini muncul saat HSBC tengah menyiapkan laporan keuangan kuartalannya. Bank tersebut sedang menjalani restrukturisasi besar di bawah CEO Georges Elhedery.

Restrukturisasi meliputi pembagian operasi menjadi empat divisi dan pemisahan bisnis ke dalam dua kawasan, “pasar Timur” dan “pasar Barat.” Langkah ini ditargetkan menekan biaya operasional hingga 300 juta dollar AS atau sekitar Rp4,97 triliun pada tahun ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau