Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Jepang Masih Nilai Indonesia Tujuan Strategis, Meski Investasi Turun

Kompas.com, 6 Februari 2026, 17:42 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Dari perspektif investor Jepang, Indonesia masih dipandang sebagai tujuan investasi strategis di kawasan.

Laporan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Annual Survey 2024, dirilis Juli 2025, menempatkan Indonesia di peringkat keempat negara paling menjanjikan bagi pengembangan bisnis perusahaan Jepang dalam jangka menengah.

Penilaian tersebut ditopang kekuatan pasar domestik dengan hampir 280 juta penduduk, stabilitas pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan digitalisasi berkelanjutan, biaya produksi kompetitif, serta peluang transisi energi dan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Meski begitu, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2024 tercatat 3,46 miliar dollar AS. Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Rekor Baru, Jumlah Pekerja Asing di Jepang 2,57 Juta Orang pada 2025

Pemerintah memandang kondisi tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kualitas kemitraan. Fokus diarahkan pada kolaborasi yang lebih terarah, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) sekaligus Ketua Liga Parlemen Indonesia–Jepang, Rachmat Gobel, menekankan peran tata kelola dan kepercayaan dalam kemitraan investasi.

“Menuju 100 tahun hubungan Indonesia–Jepang, tantangan kita bukan hanya menarik investasi, tetapi membangun arsitektur kepercayaan agar investasi dapat tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara,” ujar Rachmat lewat keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

Menurut dia, kepercayaan tidak lahir dari insentif semata. Konsistensi dan tanggung jawab negara dalam mengelola kebijakan menjadi faktor penentu.

Rachmat juga menjelaskan peran PPIJ sebagai platform strategis dalam menjaga dan mengembangkan hubungan bilateral.

“Indonesia–Japan Executive Dialogue merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PPIJ untuk memperkuat kualitas kemitraan Indonesia–Jepang secara lebih strategis dan berorientasi jangka panjang,” ungkap dia.

Baca juga: Ekspor Pertanian Jepang 2025 Rp 176,8 Triliun, Rekor 13 Tahun Beruntun

Forum tersebut diposisikan sebagai ruang membangun kepercayaan, memperdalam kolaborasi, serta menyelaraskan kerja sama dengan agenda transformasi ekonomi nasional, agar kemitraan tetap relevan lintas generasi.

Sebagai dukungan sektor swasta terhadap Indonesia–Japan Executive Dialogue 2026, Gobel Group menegaskan komitmen memperkuat kemitraan Indonesia–Jepang yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau