Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agar THR Tak Cepat Habis, Analis Bagikan Strategi “Smart Money” untuk Kelola Uang Lebaran

Kompas.com, 17 Maret 2026, 17:06 WIB
Suparjo Ramalan ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen Lebaran identik dengan cairnya Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kondisi di mana dana tersebut cepat habis setelah periode libur usai.

Fenomena ini tidak hanya dipengaruhi oleh tingginya konsumsi musiman, tetapi juga berkaitan dengan cara pengelolaan keuangan. Tanpa strategi yang tepat, THR berisiko hanya menjadi pengeluaran jangka pendek tanpa memberikan manfaat finansial berkelanjutan.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu, mengatakan periode THR seharusnya menjadi momentum untuk mulai berpikir seperti smart money, yaitu menggunakan uang secara lebih strategis, bukan sekadar mengikuti dorongan konsumsi sesaat.

“Momentum THR sebenarnya adalah kesempatan bagus untuk mulai berpikir seperti smart money. Artinya bukan sekadar membelanjakan uang, tapi mengalokasikannya dengan lebih strategis agar sebagian tetap bisa tumbuh dan bekerja untuk masa depan,” ujar Sergio lewat keterangan pers, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: THR Jangan Dianggap Bonus, Ini Strategi Pengelolaan yang Disarankan

Menurutnya, pola pikir ini penting agar dana THR tidak hanya lewat begitu saja di rekening, tetapi dapat menjadi langkah awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

IPOT pun membagikan empat strategi sederhana agar dana THR dapat dikelola secara lebih produktif.

1. Prioritaskan “Security” dengan Dana Darurat

Langkah pertama adalah memastikan kondisi finansial tetap aman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengalokasikan sebagian THR untuk memperkuat dana darurat.

“Minimal 20–30 persen THR bisa dialokasikan sebagai dana cadangan. Ini penting agar kondisi finansial tetap stabil sepanjang tahun,” paparnya.

Dengan adanya dana darurat, masyarakat dapat menghadapi kebutuhan tak terduga tanpa harus berutang atau mengganggu rencana keuangan lainnya.

2. Gunakan Sisa THR untuk Investasi dengan Conviction

Setelah kebutuhan Lebaran terpenuhi, sisa THR dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal investasi.

Sergio menekankan pentingnya melakukan investasi dengan dasar analisis dan keyakinan, bukan sekadar mengikuti tren atau FOMO.

“Investor yang sehat adalah mereka yang punya convictionterhadap keputusan investasinya. Jadi bukan sekadar ikut ramai, tapi memahami kenapa mereka memilih instrumen tersebut,” katanya.

3. Bangun Confidence Lewat Literasi Finansial

Mengelola uang dengan baik tidak hanya bergantung pada besar kecilnya pendapatan, tetapi juga pada tingkat literasi finansial.

Dengan pemahaman yang baik tentang investasi dan pengelolaan keuangan, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.

“Confidence dalam berinvestasi datang dari pemahaman. Semakin kita mengerti cara kerja pasar dan instrumen investasi, semakin baik pula keputusan yang bisa kita ambil,” tambah Sergio.

Baca juga: Cara Kelola THR 2026 Agar Tak Habis Pakai Rumus 40-30-30

4. Parkirkan Dana Produktif di xRDN IPOT

Salah satu cara agar dana tidak cepat habis adalah dengan menempatkannya pada rekening dana nasabah (xRDN) yang tetap memberikan potensi imbal hasil.

Di aplikasi IPOT, saldo yang tersimpan di xRDN tetap dapat memberikan potensi imbal hasil sekitar 2 persen, lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan konvensional yang umumnya berada di kisaran 0,02–0,2 persen per tahun, namun tetap memiliki likuiditas tinggi.

Dengan cara ini, dana tetap produktif sekaligus membantu mengurangi dorongan belanja impulsif.

“Konsep smart money bukan berarti menahan diri dari menikmati momen Lebaran, tetapi memastikan sebagian uang tetap bekerja untuk kita setelah liburan selesai,” tutup Sergio.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau