JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam menilai penunjukan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian merupakan langkah yang tepat.
Anam menilai, Dofiri merupakan sosok yang dihormati di internal kepolisian, baik karena prestasi maupun ketegasannya dalam menyikapi persoalan di tubuh Polri.
“Saya kira Pak Dofiri itu sosok yang memang dihormati di internal kepolisian. Di samping karena kepandaiannya, karena beliau adalah Adhi Makayasa, namun juga karena sikap tegasnya terhadap berbagai persoalan yang ada di kepolisian. Itu yang penting,” kata Anam, Kamis (18/9/2025).
Baca juga: Tugas Baru Ahmad Dofiri Usai Pensiun, Jadi Penasihat Prabowo untuk Reformasi Kepolisian
Menurut Anam, pengalaman panjang Dofiri di kepolisian serta rekam jejaknya membuat Presiden RI Prabowo Subianto tepat menunjuknya untuk posisi strategis tersebut.
“Oleh karenanya, ketika beliau ditunjuk sebagai stafsus presiden yang salah satunya ngomong soal reformasi kepolisian, saya kira ini penunjukan yang baik karena memang di samping mengetahui berbagai persoalan internal kepolisian, tapi juga sekaligus beliau juga dikenal tegas di internal kepolisian,” ucap dia.
Anam menyebutkan, Dofiri juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak.
Baca juga: Ahmad Dofiri Jadi Penasehat Khusus Presiden, Bakal Pimpin Tim Reformasi Polri?
Hal itu juga dirasakannya saat masih menjabat sebagai Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
Lebih lanjut, Anam menilai Dofiri punya komitmen kuat dalam menindaklanjuti setiap pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian.
“Komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai pelanggaran oleh anggota kepolisian, itu juga follow up-nya juga bagus. Jadi orang memiliki komitmen tinggi untuk menjadikan polisi menjadi polisi yang profesional, yang humanis, dan jauh dari berbagai pelanggaran yang terjadi,” kata Anam.