Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringati HPN 2026, Cak Imin Ungkap Risiko "Brain Rot" di Era Digital

Kompas.com, 9 Februari 2026, 16:24 WIB
Rasyid Ridho,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan bahayanya brain rot atau otak rusak di era digital.

Hal itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026).

"Kemajuan teknologi informasi banyak peluang, tapi juga menyimpan risiko besar. Banjir informasi terutama konten-konten tidak berkualitas dapat menurunkan daya nalar masyarakat. Ada istilah baru, brain rot, atau otak busuk," kata Cak Imin.

Baca juga: Peringati HPN, Jurnalis Serukan Pengungkapan Teror Bom Molotov di Kantor Jubi

Dalam situasi saat ini, kehadiran jurnalis yang bijak diharapkan sebagai penjernih informasi dari diskrupsi, bukan menambah kebisingan informasi.

Sehingga, jurnalis harus tetap mempertahankan kualitas karyanya dengan mengutamakan verifikasi dan etika jurnalisme.

"Di tengah deras arus teknologi, kita harus jujur bahwa pers tak berkualitas, hanya mengandalkan AI, akan kehilangan makna. Tanpa verifikasi, dan etika ia hanya lahirkan berita halusinasi, tanpa keberpihakan pada kebenaran, ia menjauh dari publik," ujar dia.

Baca juga: Peringati HPN 2024, Ganjar: Pers Sedang Mendapat Ujian Tak Ringan

80 Persen Masyarakat Indonesia Gunakan Medsos

Berdasarkan data, lanjut Cak Imin, sekitar 80 persen populasi di Indonesia menggunakan media sosial setidaknya tiga jam dalam satu hari.

Di tengah kondisi itu, pers adalah lembaga yang bisa membantu negara dan dapat membangun negara menuju ke arah lebih baik.

"Bangsa ini butuh pers sehat dan bermartabat," kata Cak Imin.

Di sisi lain, Cak Imin menambahkan, pemerintah membantu perusahaan pers nasional dapat menjalankan usahanya mewujudkan jurnalisme berkualitas dengan mendorong publisher rights.

"Pemerintah tidak membiarkan jalan sendirian, upaya-upaya melindungi kerja-kerja pers harus terus kita perkuat bersama," kata dia.

"Kebijakan untuk mengokohkan ekonomi media seperti advokasi publisher rights sebagaimana telah dilakukan negara maju harus dijalankan sungguh-sungguh," tandas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bocah 7 Tahun di Karawang Jadi Korban Penganiayaan Ayah Tiri, Kedua Mata Lebam
Bocah 7 Tahun di Karawang Jadi Korban Penganiayaan Ayah Tiri, Kedua Mata Lebam
Regional
Kalteng Tetap Terapkan Sekolah Tatap Muka di Tengah Isu BBM, Orangtua Tolak Wacana Online
Kalteng Tetap Terapkan Sekolah Tatap Muka di Tengah Isu BBM, Orangtua Tolak Wacana Online
Regional
KA Serayu Pasarsenen-Purwokerto Terganggu akibat Longsor di Bandung Barat, KAI Lakukan Rekayasa dari Cimahi
KA Serayu Pasarsenen-Purwokerto Terganggu akibat Longsor di Bandung Barat, KAI Lakukan Rekayasa dari Cimahi
Regional
Bupati Trenggalek Targetkan Efisiensi 20 Persen dari WFH: Kalau Tak Hemat, Buat Apa?
Bupati Trenggalek Targetkan Efisiensi 20 Persen dari WFH: Kalau Tak Hemat, Buat Apa?
Regional
Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Bengawan Kamto, Status Tahanan Rumah Jadi Perdebatan
Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Bengawan Kamto, Status Tahanan Rumah Jadi Perdebatan
Regional
Akhir Kasus Amsal Sitepu, Divonis Bebas, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Akhir Kasus Amsal Sitepu, Divonis Bebas, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Regional
Kasus Campak Meningkat di Jateng, Dinkes: Imunisasi Terganggu Saat Pandemi Covid-19
Kasus Campak Meningkat di Jateng, Dinkes: Imunisasi Terganggu Saat Pandemi Covid-19
Regional
Napi di Banyuasin Tewas Penuh Lebam, Kakanwil Ditjenpas Sumsel: Terbukti Terlibat, Petugas Dipecat
Napi di Banyuasin Tewas Penuh Lebam, Kakanwil Ditjenpas Sumsel: Terbukti Terlibat, Petugas Dipecat
Regional
Ada Efisiensi Anggaran, Pemkab Lumajang Pastikan Tak Pecat PPPK
Ada Efisiensi Anggaran, Pemkab Lumajang Pastikan Tak Pecat PPPK
Regional
Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi
Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi
Regional
Pemkot Semarang Siapkan WFH ASN Setiap Jumat, Fokus Tekan Anggaran BBM
Pemkot Semarang Siapkan WFH ASN Setiap Jumat, Fokus Tekan Anggaran BBM
Regional
Kejari Geledah Kantor Dinporapar Purworejo, Cari Bukti Tambahan Kasus Korupsi Mini Zoo Rp 10 Miliar
Kejari Geledah Kantor Dinporapar Purworejo, Cari Bukti Tambahan Kasus Korupsi Mini Zoo Rp 10 Miliar
Regional
Lantai Dua SMPN 2 Samarinda Hangus Terbakar, 8 Ruang Kelas Dilaporkan Rusak
Lantai Dua SMPN 2 Samarinda Hangus Terbakar, 8 Ruang Kelas Dilaporkan Rusak
Regional
Mirip Flu, Ini Gejala Campak yang Dialami Warga Brebes
Mirip Flu, Ini Gejala Campak yang Dialami Warga Brebes
Regional
Gubernur Bengkulu Terbitkan Edaran, Larang PHK PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran
Gubernur Bengkulu Terbitkan Edaran, Larang PHK PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Peringati HPN 2026, Cak Imin Ungkap Risiko "Brain Rot" di Era Digital
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat