Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

885 Napi Lapas Nunukan Diusulkan Terima Remisi Lebaran

Kompas.com, 12 Maret 2026, 08:51 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Krisiandi

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nunukan, Kalimantan Utara, mengusulkan remisi bagi 885 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Muslim untuk Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026.

Kalapas Nunukan, Puang Dirham mengatakan, usulan tersebut telah melalui proses verifikasi dan penilaian terhadap warga binaan.

Mereka yang masuk dalam daftar usulan, telah menjalani masa pidana minimal yang dipersyaratkan, berkelakuan baik, serta aktif mengikuti program pembinaan yang dilaksanakan di dalam rutan.

Baca juga: Natal Bawa Harapan di Balik Jeruji, 44 Warga Binaan Lapas Palopo Terima Remisi

"Dari total 977 orang WBP beragama Islam yang memenuhi syarat diusulkan Remisi Khusus Idul Fitri (pengurangan masa pidana), sebanyak 855 orang WBP. Yang belum memenuhi syarat ada 112 orang," ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Puang menegaskan, usulan ini merupakan bentuk pemenuhan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia merincikan, dari jumlah usulan 855 WBP penerima remisi Lebaran Idul Fitri 1447 H, sebanyak 523 orang merupakan tahanan kasus Narkotika, 330 orang pelaku Pidana Umum, dan 2 orang dari kasus korupsi.

"Dari total 855 orang WBP yang diusulkan Remisi Khusus Idul Fitri, terdapat satu orang yang diusulkan Remisi Khusus II (langsung bebas)," imbuhnya.

Ia menegaskan, remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kelakuan baik dan partisipasi aktif narapidana dalam program pembinaan, sekaligus memotivasi mereka untuk terus memperbaiki diri.

Baca juga: Seorang Narapidana WN Malaysia Dapat Remisi Imlek 1 Bulan 15 Hari

Dengan tujuan tersebut, ia meminta para Napi bisa menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial dan menunjukkan perubahan perilaku sebagai efek jera atas konsekuensi pelanggaran hukum yang mereka lakukan.

‘’Teruslah tunjukkan perubahan dan bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.

Jangan pernah mengulangi kesalahan yang telah terjadi,’’ pesan Puang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bocah 7 Tahun di Karawang Jadi Korban Penganiayaan Ayah Tiri, Kedua Mata Lebam
Bocah 7 Tahun di Karawang Jadi Korban Penganiayaan Ayah Tiri, Kedua Mata Lebam
Regional
Kalteng Tetap Terapkan Sekolah Tatap Muka di Tengah Isu BBM, Orangtua Tolak Wacana Online
Kalteng Tetap Terapkan Sekolah Tatap Muka di Tengah Isu BBM, Orangtua Tolak Wacana Online
Regional
KA Serayu Pasarsenen-Purwokerto Terganggu akibat Longsor di Bandung Barat, KAI Lakukan Rekayasa dari Cimahi
KA Serayu Pasarsenen-Purwokerto Terganggu akibat Longsor di Bandung Barat, KAI Lakukan Rekayasa dari Cimahi
Regional
Bupati Trenggalek Targetkan Efisiensi 20 Persen dari WFH: Kalau Tak Hemat, Buat Apa?
Bupati Trenggalek Targetkan Efisiensi 20 Persen dari WFH: Kalau Tak Hemat, Buat Apa?
Regional
Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Bengawan Kamto, Status Tahanan Rumah Jadi Perdebatan
Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Bengawan Kamto, Status Tahanan Rumah Jadi Perdebatan
Regional
Akhir Kasus Amsal Sitepu, Divonis Bebas, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Akhir Kasus Amsal Sitepu, Divonis Bebas, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Regional
Kasus Campak Meningkat di Jateng, Dinkes: Imunisasi Terganggu Saat Pandemi Covid-19
Kasus Campak Meningkat di Jateng, Dinkes: Imunisasi Terganggu Saat Pandemi Covid-19
Regional
Napi di Banyuasin Tewas Penuh Lebam, Kakanwil Ditjenpas Sumsel: Terbukti Terlibat, Petugas Dipecat
Napi di Banyuasin Tewas Penuh Lebam, Kakanwil Ditjenpas Sumsel: Terbukti Terlibat, Petugas Dipecat
Regional
Ada Efisiensi Anggaran, Pemkab Lumajang Pastikan Tak Pecat PPPK
Ada Efisiensi Anggaran, Pemkab Lumajang Pastikan Tak Pecat PPPK
Regional
Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi
Kediri Bangkit! Mas Dhito Sulap Gedung Pemkab Pascainsiden Jadi Kantor Modern Berstandar Keamanan Tinggi
Regional
Pemkot Semarang Siapkan WFH ASN Setiap Jumat, Fokus Tekan Anggaran BBM
Pemkot Semarang Siapkan WFH ASN Setiap Jumat, Fokus Tekan Anggaran BBM
Regional
Kejari Geledah Kantor Dinporapar Purworejo, Cari Bukti Tambahan Kasus Korupsi Mini Zoo Rp 10 Miliar
Kejari Geledah Kantor Dinporapar Purworejo, Cari Bukti Tambahan Kasus Korupsi Mini Zoo Rp 10 Miliar
Regional
Lantai Dua SMPN 2 Samarinda Hangus Terbakar, 8 Ruang Kelas Dilaporkan Rusak
Lantai Dua SMPN 2 Samarinda Hangus Terbakar, 8 Ruang Kelas Dilaporkan Rusak
Regional
Mirip Flu, Ini Gejala Campak yang Dialami Warga Brebes
Mirip Flu, Ini Gejala Campak yang Dialami Warga Brebes
Regional
Gubernur Bengkulu Terbitkan Edaran, Larang PHK PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran
Gubernur Bengkulu Terbitkan Edaran, Larang PHK PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
885 Napi Lapas Nunukan Diusulkan Terima Remisi Lebaran
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat