Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ilmuwan Ungkap 5 Kesalahan Desain Rumah yang Membuat Penghuni Mudah Stres

Kompas.com, 4 Februari 2026, 20:15 WIB
Inten Esti Pratiwi

Penulis

KOMPAS.com - Ilmuwan mengungkap ada kaitan erat antara desain rumah dengan kesehatan mental.

Arsitektur hunian kerap dipandang sebagai disiplin teknis yang bertumpu pada gambar rencana, regulasi, fasad, luasan bangunan, dan sistem konstruksi. Namun dalam praktiknya, hunian sangat bersifat psikologis.

Menurut ilmuwan, rumah tempat kita tinggal adalah lingkungan emosional yang aktif, jauh melampaui sekadar bangunan fisik.

Rumah membentuk suasana hati, rasa aman, tingkat stres, relasi keluarga, serta cara kita menghadapi dunia setiap kali pulang di akhir hari.

Banyak orang kesulitan menjelaskan mengapa mereka merasa tidak nyaman atau terasing di hunian mereka sendiri. Penjelasan yang sering muncul biasanya berkisar pada kebisingan, tetangga, ketidaknyamanan umum, kelelahan akibat ruang, atau perasaan sesak yang sulit dijelaskan.

Padahal, riset luas dalam bidang psikologi lingkungan menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, sumber masalahnya terletak pada desain itu sendiri.

Dilansir dari Ynet News, Rabu (4/2/2026), cara ruang-ruang terhubung, alur pergerakan, tingkat pencahayaan, hingga bagaimana sebuah bangunan “menyambut” penghuninya di pintu masuk, semuanya berdampak langsung pada kesejahteraan mental.

Baca juga: 6 Peralatan Rumah Tangga yang Umurnya Lebih Pendek dari Perkiraan, Bisa Picu Boros Listrik

Kesalahan desain yang membuat penghuni mudah stres

Sejak tahun 1970-an, peneliti psikologi lingkungan Irwin Altman telah mengemukakan teori tentang privasi, yang menyatakan bahwa privasi bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar manusia.

Ia menunjukkan bahwa lingkungan fisik berfungsi sebagai alat utama bagi individu untuk mengatur interaksi sosial, privasi, dan rasa kendali.

Studi-studi yang lebih mutakhir di Eropa dan Amerika Serikat memperkuat kesimpulan ini, dengan menunjukkan bagaimana kesalahan desain kecil dapat terakumulasi menjadi pengalaman hidup sehari-hari yang melelahkan.

Berikut lima kesalahan desain rumah yang sebaiknya dihindari:

1. Pintu masuk langsung terbuka ke ruang keluarga

Ilustrasi pintu rumah yang langsung menghadap ruang keluarga.Shutterstock/Dmitry Bakulov Ilustrasi pintu rumah yang langsung menghadap ruang keluarga.
Salah satu kesalahan paling umum adalah pintu depan yang langsung terbuka ke ruang keluarga. Di atas kertas, desain ini menghemat ruang dan memberi kesan terbuka. Namun pada kenyataannya, ia menghilangkan tahap penting dalam pengalaman manusia.

Area masuk berfungsi sebagai transisi psikologis antara dunia luar yang bising dan penuh tuntutan dengan ruang dalam yang intim.

Tanpa zona penyangga untuk berhenti sejenak, meletakkan barang, dan menurunkan ketegangan, penghuni akan terus-menerus merasa terekspos.

Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Psychology menemukan bahwa apartemen tanpa pemisahan jelas antara area masuk dan ruang hunian berkaitan dengan tingkat stres yang lebih tinggi serta menurunnya rasa privasi dan kendali.

Baca juga: Bukan AC dan Kulkas, Ini Alat Rumah Tangga yang Diam-diam Boros Listrik

Halaman:


Terkini Lainnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Lengkap! Jadwal KA Bias Madiun-Solo April 2026, Ini Harga Tiketnya
Jawa Tengah
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau