Penulis
KOMPAS.com - Isu kematian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat ramai dibicarakan di media sosial di tengah kecamuk Perang Iran.
Kabar ini bermula dari unggahan akun X kantor berita Iran, Tasnim, pada 10 Maret 2026. Saat itu, Tasnim menyebut ada laporan yang belum terkonfirmasi soal kematian Netanyahu.
"Laporan yang belum terkonfirmasi menunjukkan munculnya spekulasi dalam sumber berbahasa Ibrani mengenai kemungkinan luka parah atau kematian PM rezim Israel Benjamin Netanyahu, karena pembatalan mendadak kunjungan yang direncanakan ke Israel oleh utusan Trump menimbulkan pertanyaan," demikian unggahan Tasnim di X.
Namun, laporan Tasnim dibantah oleh The Jerusalem Post. Menurut media Israel itu, Tasnim tidak menyertakan bukti kredibel untuk mendukung laporan tersebut.
"Sebaliknya, kantor berita itu mengumpulkan serangkaian poin berdasarkan keadaan, termasuk tidak adanya klip video Netanyahu baru-baru ini, laporan di media berbahasa Ibrani tentang peningkatan keamanan di sekitar rumahnya, penundaan kunjungan yang dilaporkan oleh Jared Kushner dan utusan khusus AS Steve Witkoff, dan transkrip percakapan telepon antara Presiden Emmanuel Macron dan Netanyahu dalam bahasa Perancis yang tidak menyebutkan tanggal percakapan tersebut," tulis The Jerusalem Post, 10 Maret 2026.
Beberapa hari kemudian, Netanyahu muncul dalam pernyataan video. Ini adalah kemunculan pertama setelah absen selama beberapa waktu. Ketidakhadiran yang menguatkan rumor kematiannya.
Video itu diunggah di kanal YouTube resmi resmi Kantor Pers Pemerintah Israel (GPO) pada 12 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengeklaim bahwa serangan AS dan Israel mengakibatkan Iran tidak bisa melanjutkan proyek rudal balistik dan senjata nuklir.
Namun, video itu dituding sebagai hasil manipulasi AI oleh sebagian pihak. Israel dituding menutupi kematian Netanyahu dengan deepfake.
Salah satu kejanggalan yang disoroti adalah Netanyahu terlihat memiliki enam jari dalam video tersebut. Ini disebut sebagai bukti rekayasa AI.
Kendati demikian, pemeriksa fakta seperti Lead Stories, menjelaskan bahwa video itu asli dan kejanggalan yang dimaksud adalah ilusi optik.
Pada detik ke-34, Netanyahu mengangkat kedua tangannya, dan menuding dengan jari telunjuknya. Ia memiliki lima jari di setiap tangan.
Ketika melakukan gerakan ini, untuk sesaat dalam video tersebut, bayangan terbentuk sebentar di lipatan sisi tangan kanan Netanyahu.
Bayangan sementara inilah yang membuat seolah-olah Netanyahu terlihat memiliki enam jari.
Meski berbagai media arus utama dan pemeriksa fakta telah mengatakan bahwa video pernyataan Netanyahu itu bukan deepfake, rumor kematiannya masih dipercaya.